Olimpaide sains kuark

Tahu Kenapa Anak Perlu Berkompetisi?

Kompas.com - 19/02/2011, 22:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pendidikan adalah sebuah proses yang berkelanjutan sehingga tidak hanya diukur dengan pencapaian prestasi di sebuah ajang kompetisi. Namun, dengan mengikuti kompetisi seorang anak bisa mengukur kemampuan yang dimilikinya sekarang, melakukan pengukuran dan perbandingan kinerja (benchmark) dengan anak-anak lain yang berusia sebaya dengannya, serta memikirkan pencapaian yang diinginkan di kemudian hari.

Demikian diungkapkan Direktur PT Kuark Internasional Sanny Djohan di acara Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2011 di Titan Center, Bintaro, Tangerang, Provinsi Banten, Sabtu (19/2/2011). Ia mengatakan, dengan melakukan tiga hal di atas itu seorang anak dengan bimbingan orangtua dan gurunya dapat menjadi pribadi yang memiliki sistematika berpikir yang komprehensif dan mampu mengatasi tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

"Pola berpikir kebanyakan orang sering terjebak pada pencapaian prestasi individu di dalam sebuah kompetisi sehingga tidaklah mengherankan jika ada perorangan ataupun tim yang secara khusus dipersiapkan untuk menghadapi sebuah kompetisi. Hal tersebut sudah tentu tidak menggambarkan hasil dari proses pendidikan yang dimiliki oleh sebuah sekolah, daerah, ataupun negara," ujar Sanny.

Ia memaparkan, OSK dirancang sebagai wadah kompetisi di bidang sains yang terbuka untuk semua siswa tingkat SD se-Indonesia dengan menerapkan kedalaman pemahaman materi yang dapat mengasah kemampuan penalaran siswa. Kegiatan ini, ia berharap, dapat menjadi sebuah acuan standar bagi pemetaan kualitas pendidikan sains tingkat pendidikan dasar di Indonesia.

"Menang dan kalah adalah sebuah dinamika proses berkompetisi dan tidak menghilangkan esensi dari kompetisi itu sendiri," kata Sanny.

Itu sebabnya OSK dengan sistem kompetisi yang terbuka bagi siapa saja memberikan ruang kebebasan bagi sekolah untuk mendorong setiap siswa ikut serta sebagai sarana untuk mengevaluasi dan melakukan benchmark standar kualitas pendidikan sains dengan siswa-siswa dari sekolah lain secara nasional. Keikutsertaan anak didik secara kontinu dan konsisten dari tahun ke tahun akan memberikan pengalaman yang berharga di dalam membentuk pemahaman konsep dan kemampuan penalaran anak-anak sejak usia dini.

"Sehingga OSK diharapkan juga dapat memberikan umpan balik yang positif kepada pihak sekolah, khususnya dalam melakukan evaluasi terhadap standar kualitas pendidikan sains," imbuh Sanny yang menerbitkan Komik Sains Kuark sebagai media ajar sains ini.

Sementara penggagas OSK, Prof Yohanes Surya, mengatakan, saat ini orang lazim berpikir bahwa kompetisi hanyalah ditujukan bagi sebagian orang saja, yaitu bagi mereka yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Menurut dia, pemahaman itu tidak salah.

"Namun perlu dipahami juga bahwa kompetisi adalah sarana bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan dan membiasakan diri dengan pencapaian standar yang lebih baik lagi", papar Yohanes. 

Ia menambahkan, oleh sebab itu baik orangtua, guru ataupun kalangan pendidik perlu untuk memotivasi anak-anak sejak usia dini untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi yang positif sebagai sebuah pengalaman dan pelajaran yang berharga bagi masa depan anak-anak.

Diberitakan sebelumnya, Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2011 serentak digelar di sejumlah wilayah di Indonesia sebagai kompetisi sains pendidikan dasar tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kuark Internasional bekerja sama dengan Dharma Dexa. Pada tahun kelima pelaksanaannya ini, OSK diikuti sekitar 82.000 siswa SD/MI dari 152 kota/kabupaten di 33 provinsi di Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau