100 Peserta Daftar Solo Batik Carnival

Kompas.com - 20/02/2011, 00:36 WIB

SOLO, KOMPAS.com--Sekitar seratus peserta hingga saat ini telah mendaftarkan diri mengikuti Solo Batik Carnival (SBC) 2011, even budaya tahunan di Kota Surakarta, Jawa Tengah, yang rencananya digelar 25 Juni mendatang.

"Sudah ada seratus orang yang mendaftarkan diri untuk ikut," kata Kepala Dinas Pariwisata, Seni, dan Budaya Pemerintah Kota Surakarta, Purnomo Subagio, di Solo, Sabtu.

Mereka, katanya, antara lain berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Pihaknya menargetkan SBC 2011 diikuti sekitar 400 peserta. "Untuk yang akan ikut bisa mendaftar di Dinas Pariwisata, Seni, dan Budaya, atau di beberapa tempat lain yang telah disediakan," katanya.

Ia menjelaskan, SBC 2011 akan digelar malam hari, sekitar pukul 20.00 WIB, sedangkan kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya berlangsung sore hari.

Lokasi SBC, katanya, di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo. "Untuk SBC ini memang semula ada rencana tempatnya dipindahkan ke Jalan Adisucipto (seputar stadion Manahan Solo, red.), tetapi rencana ini dibatalkan dan tetap digelar di Jalan Slamet Riyadi," katanya.

Pihaknya akan menyiapkan panggung ukuran raksasa dengan tata lampu secara memadai untuk mendukung sukses SBC 2011.

Selain itu, katanya, disiapkan panggung khusus untuk penonton yang membayar tiket di tempat strategis di tepi jalan di pusat kota setempat itu.

"Memang untuk SBC tahun ini direncanakan akan ada panggung khusus dengan penonton yang membayar tiket dengan tarif bervariasi antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu," katanya.

Tetapi, katanya, masyarakat lainnya tetap bisa menyaksikan SBC 2011 secara gratis di luar panggung khusus tersebut.

Ia mengakui, selama tiga kali penyelenggaraan SBC, cukup banyak keluhan masyarakat dan peserta yang diterima pihaknya terutama karena mereka tidak bisa menikmati sajian seni budaya itu secara utuh.

Pada penyelenggaraan tahun-tahun lalu, katanya, hampir sepanjang jalan yang dilalui arak-arakan SBC, dipadati penonton sehingga peserta tak bisa mengekspresikan daya kreatif dalam bentuk tari secara leluasa.

Bahkan, katanya, acap kali penonton nekat menerobos barisan peserta pawai sekadar untuk berfoto sehingga karnaval terkesan agak semrawut.

"Untuk tahun ini kami coba menyediakan panggung khusus bagi penonton yang ingin menikmati sajian dengan nyaman dan apik, tetapi harus membayar tiket masuk," katanya.

Ia mengatakan, rancangan busana yang akan ditampilkan SBC 2011 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang secara umum lebih didominasi pola rumbai-rumbai.

"Mengangkat tema dasar legenda, desain busana diupayakan lebih simpel, tetapi tidak kehilangan jiwa karnaval sesuai daya kreativiats masing-masing peserta," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau