Ancelotti: Chelsea Kurang Beruntung

Kompas.com - 20/02/2011, 03:10 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Chelsea Carlo Ancelotti menilai timnya bermain lebih baik dan dengan begitu pantas menang atas Everton pada pertandingan putaran keempat Piala FA di Stamford Bridge, Sabtu (19/2/2011). Bahwa kemudian timnya kalah, itu tak menghapus kenyataan tersebut karena pertandingan ditentukan melalui adu penalti.

Chelsea sempat unggul 1-0 melalui Frank Lampard pada menit ke-104. Namun, semenit menjelang akhir babak tambahan, Everton menyamakan kedudukan melalui Leighton Baines.

Kedudukan 1-1 bertahan sampai akhir babak tambahan dan pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.

Chelsea mengawali babak ini dengan baik. Pada kesempatan pertama, sementara Frank Lampard berhasil menjebol gawang Tim Howard, Petr Cech mampu mengeksekusi tembakan Baines.

Namun, setelah itu, sementara empat penembak Everton sukses menunaikan tugas, tembakan Nicolas Anelka ditepis Howard dan eksekusi Ashley Cole melambung ke atas mistar.

"Kami layak menang tadi. Kami jelas tidak senang, tetapi kami harus menatap ke depan, memanfaatkan hari-hari untuk memulihkan energi dan menyiapkan diri untuk pertandingan berikut di Liga Champions," ujar Ancelotti.

"Saya pikir, kami punya waktu. Ini tak mudah, tetapi kami punya waktu," katanya.

"Kami memiliki penembak yang sangat baik untuk mengeksekusi penalti. Lampard, Didier Drogba, Anelka, Michael Essien, dan Ashley Cole. Mereka adalah yang terbaik," kata Ancelotti. Menurut dia, adu penalti jelas adalah lotere. Kadang Anda menang, kadang Anda kalah.

Pertandingan terdekat Chelsea setelah ini adalah laga pertama 16 besar Liga Champions, melawan Kopenhagen, Selasa (22/2/2011). (SKY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau