Masuk Lewat Bali, 52 Imigran Ditangkap

Kompas.com - 20/02/2011, 18:53 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Jajaran Polda Bali menggagalkan upaya penyelundupan puluhan imigran gelap asal Timur Tengah ke Australia yang masuk lewat perairan Madura dan Pulau Dewata.

"Ada sejumlah 52 orang imigran asal Timur Tengah kami amankan di Perairan Kubu, Kabupaten Karangasem, Sabtu malam," kata Direktur Pol Air Polda Bali, AKBP Agus Doeta Supranggono, Minggu (20/2/2011).

Petugas Pol Air Pos Kubu, yang melakukan patroli rutin sekitar pukul 18.30 Wita melihat ada kapal motor yang biasa mengangkut kayu terlihat mencurigakan.

"Kapal motor tersebut ternyata juga membawa muatan orang, sehingga segera kami lakukan pemeriksaan," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui puluhan orang tersebut tidak mengantongi identitas atau dokumen sah apapun, sehingga polisi langsung mengamankannya.

Para penumpang gelap itu berangkat dari pelabuhan di Sumenep, Madura, menggunakan KM Bunga yang bermuatan kayu dan dinahkodai oleh Adi (22) asal Lombok Timur, NTB.

Usai menjalani pemeriksaan, malam itu juga sekitar pukul 20.00 Wita, seluruh penumpang gelap tersebut dievakuasi dan dibawa ke Denpasar.

Saat ini, imigran gelap itu masih dalam pemeriksaan intensif tim Satgasda People Sumggling Polda Bali, dan seluruhnya kondisinya sejauh ini dalam keadaan sehat.

Agus menjelaskan, dalam kasus penanganan kasus ini sinergis, yakni usai penangkapan mereka lalu diserahkan ke Satgasusda Polda Bali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau