Chris John Tunggu Sparring Partner

Kompas.com - 20/02/2011, 22:30 WIB

SEAMRANG, Kompas.com - Pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA, Chris John, masih menunggu teman latih tanding untuk persiapan menghadapi penantangnya, Daud "Cino" Jordan, pada partai perebutan gelar di Hall D Kemayoran, Jakarta, 17 April 2011.     

"Saya masih konsentrasi latihan fisik dan masih menunggu teman yang akan menjadi mitra tanding saya," kata Chris John ketika dihubungi dari Semarang, Minggu malam.     

Ia mengakui, di sela-sela latihan untuk meningkatkan fisik tersebut juga menjalani latihan teknik, tetapi latihan teknik ini belum mengarah untuk pertarungan mendatang.  "Kemungkinan pekan depan teman latih tanding saya sudah datang ke sini sehingga saya sudah mulai menjalani latihan teknik yang mengarah kepada pertarungan," kata petinju dengan julukan The Dragon tersebut kepada Antara.     

Petinju dengan rekor bertarung 44 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri tersebut mengaku belum tahu petinju siapa dan dari mana yang akan menjadi mitra tanding atau "sparring partner" pada sesi latihan teknik di Sasana Herry’s Gym di Perth, Australia.

"Saya belum tahu siapa dan dari mana mitra tanding saya. Yang jelas kemungkinan pekan depan sudah datang dan mulai berlatih dengan saya," kata petinju yang terakhir kali mempertahankan gelarnya saat menang angka mutlak atas petinju Argentina, Fernando Saucedo, di Jakarta, 5 Desember 2010.

Ketika ditanya tinggi badan dan jangkauan pukulan dirinya dengan calon lawannya tersebut, suami mantan atlet wushu Jawa Tengah, Anna Maria Megawati tersebut mengakui, dirinya belum mengetahui data statistik dari petinju asal Kalimantan Barat tersebut.  "Terus terang saya belum tahu data statistik calon lawan saya," kata petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jateng, tersebut.     

Yang pasti, lanjut petinju yang sudah 13 kali mempertahankan gelarnya sejak merebutnya dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon di Bali, Oktober 2003 tersebut, calon lawannya memiliki gaya bertarung "counter fighter". "Kami sudah mempersiapkan strategi untuk menghadapi petinju dengan gaya bertarung seperti itu," katanya.

Pertarungan melawan Daud Jordan mendatang merupakan yang ke-14 kali bagi ayah dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) tersebut untuk mempertahankan gelarnya.

Dari 13 kali pertarungan sebelumnya, lima di antaranya dilalui dengan tarung wajib atau "mandatory fight" yaitu melawan Jose Cheo Rojas (Venezuela), Derrick Gainner (Amerika Serikat), Juan Manuel Marquez (Meksiko), Roinet Caballero (Panama), dan Hiroyuki Enoki (Jepang).

Kemudian delapan pertarungan yang lain melalui tarung pilihan atau "choice", yaitu melawan Jose Cheo Rojas (Venezuela), Renant Acosta (Panama), Osamu Sto dan Zaiki Takemoto (Jepang), Tommy Brown (Australia), dua kali melawan Rocky Juarez (Amerika Serikat), dan terakhir melawan Fernando Saucedo (Argentina).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau