Harga Tinggi Tidak Dinikmati Petani

Kompas.com - 20/02/2011, 23:02 WIB

GRESIK, KOMPAS.com - Harga cabai merah maupun cabai rawit yang tinggi, tidak banyak dinikmati petani. Harga cabai masih dikendalikan tengkulak. Hal itu setidaknya dialami petani cabai di sentra cabai di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Pantauan harga cabai Pasar Gresik jenis cabai merah besar Rp 10.000-Rp 11.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit mencapai Rp 80.000 per kg. Di tingkat eceran atau pedagang keliling harga cabai masih Rp 11.000 per ons atau Rp 1.000 hanya dapat 10 biji.

Saat ini harga cabai merah di tingkat petani hanya Rp 6.000-Rp 9.000 per kilogram dari sebelumnya mencapai Rp 15.000-Rp 21.000. Harga cabai rawit yang di sejumlah wilayah masih menembus Rp 80.000- Rp 100.000 di tingkat petani hanya Rp 40.000-Rp60.000 per kg.

Salah seorang petani yang ditemui saat memetik cabai merah, Sukarmin (58) menuturkan cabainya baru dipetik dua kali ini. Dirinya tidak sempat menikmati mahalnya harga cabai. Tetapi menurutnya kondisi tanaman cabai tahun ini lebih baik dari sebelumnya. "Kalau harga sudah di atas Rp 5.000 sedikit-sedikit petani masih untung," katanya.

Sukarmin menanam 2.500 pohon cabai merah. Bibit yang ditanam isi 1.500 batang bila dibedeng sendiri harganya Rp 83.000. Tetapi bila beli benih yang siap tanam Rp 135 per batang. Asal tidak terserang penyakit cabai bisa bagus. "Alhamdulillah tahun ini hanya sebagian saja yang terkena beleken (membusuk)," ujarnya.

Petani lainnya, Sapii (67) menuturkan tanaman cabainya saat ini sangat bagus. Semula dia hampir kehabisan akal mengendalikan penyakit cabai yang dialaminya. Pada tahun 2009 dia merugi Rp 30 juta, tahun 2010 merugi Rp 27 juta. "Setelah tanya sana-sini saya dapat informasi tanaman disemprot dengan air kencing sapi. Saya coba, hasilnya malah bagus enggak penyakitan, dan buahnya besar-besar," kata Sapii.

Namun, dia menyayangkan saat harga cabai tinggi dia tidak banyak menikmati. Sapii hanya menikmati harga Rp 21.000 per kg pada panen perdananya sebanyak 70 kg. Setelah itu harga terus jatuh dan kini harga cabai merah di tingkat petani hanya Rp 6.000 hingga Rp 9.000.

"Saya kira itu pengaruh pemerintah mengimpor cabai. Saya berharap pemerintah membatasi impor cabai untuk menyelamatkan petani, dan masyarakat lebih memilik hasil produksi sendiri," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau