Formula 1

Nyali McLaren Ciut Lihat Ferrari dan RBR

Kompas.com - 21/02/2011, 16:37 WIB

KOMPAS.com - Kubu McLaren ciut melihat performa dua rival beratnya, Red Bull Racing dan Ferrari, pada latihan resmi pra-musim 2011 ini. Tim yang bermarkas di Woking ini mengakui, mereka masih tertinggal dari dua kandidat juara tersebut.

Dalam latihan kemarin di Barcelona, Red Bull tampil sangat dominan. Selain Sebastian Vettel mencatat waktu tercepat, rekan setimnya asal Australia, Mark Webber, juga melakukan sebuah pekerjaan yang bagus bersama RB7 karena pada Minggu (20/2/11) dia hampir menyelesaikan 140 lap. Inilah yang membuat Lewis Hamilton cemas, dan melukiskannya sebagai hal yang "gila".

"Saya hanya bisa tertawa," ujar Hamilton, seperti yang dikutip Auto Motor und Sport. "Itu hal yang sulit dipercaya. Mereka melakukan sebuah pekerjaan yang benar-benar hebat."

Bandingkan dengan MP4-26, yang menurut Hamilton, performanya belum terlalu bagus.

"Kami perlu melakukan sebuah simulasi balapan," demikian pernyataan juara dunia 2008 ini, yang dikutip O Estado de S.Paulo.

Ketika ditanya tentang bagaimana perasaannya tentang mobil baru, Hamilton menjawab: "Baik-baik saja, kami sedang mengalami kemajuan. Masih banyak hal yang bisa diraih."

Hal senada diungkapkan Jenson Button. Kepada The Sun, juara dunia 2009 ini mengatakan: "Saya pikir tidak fair untuk menghakimi kami di titik ini, karena jumlah lap yang bisa kami capai tidak terlalu banyak.

"Jelas, kami perlu beberapa hari bagus untuk mengetes mobil ini."

Situs Perancis autohebdo.fr mengutip pernyataan rekan setim Hamilton ini: "Tampaknya kami berada dalam posisi bagus, tetapi tak ada yang tahu di mana dia berada sampai kualifikasi pertama."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau