Hak angket pajak

Priyo: Jangan Menakut-nakuti Anggota

Kompas.com - 21/02/2011, 16:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso meminta Demokrat sebagai lokomotif Sekretariat Gabungan tidak menakut-nakuti anggota Setgab lainnya yang mendukung usulan pembentukan Pansus Hak Angket Perpajakan. "Mohon sikap Golkar kali ini jangan disalah mengerti terutama teman-teman dari Demokrat. Setgab koalisi yang kami pahami tidak untuk menyeragamkan pendapat. Setgab didesain untuk mengawal pemerintahan tapi tak diberangus untuk bebas berpendapat. Tak boleh berbeda pandangan, kemudian jadi ditakut-takuti," katanya di Gedung DPR RI, Senin (21/2/2011).

Menurut Priyo, jika perbedaan pendapat dalam hak angket pajak ini memang ditujukan untuk perbaikan negara ke depannya, dia menegaskan seharusnya niat ini tak boleh diperdebatkan. Kalaupun Demokrat mengkhawatirkan Pansus ini akan bergerak ke arah pemakzulan, Priyo mengatakan, Golkar sudah berkomitmen untuk mengawal pemerintahan hingga periode akhir di 2014.

Oleh karena itu, lanjut Priyo, Fraksi Golkar akan membicarakan persiapan menjelang paripurna besok dalam rapat khusus yang digelar sore ini. "Per detik ini sikap fraksi tetap pada sikap semula. Kami konsisten untuk mendukung hak angket dan tidak berencana mengubah haluan," tegasnya.

Menurut Wakil Ketua DPR RI ini, hak angket pajak diajukan dengan tujuan yang baik, yaitu untuk memberantas mafia pajak, menambah triliunan dana-dana pajak dan memperbaiki sistem pajak yang buruk dan kolutif.

Oleh karena itu, lanjutnya, seluruh kekuatan politik di parlemen harusnya mendukung dan tak perlu didramatisasi berlebihan dengan menyebut akan menggoncang negara. "Andaikan Golkar hari ini ikut-ikutan balik badan untuk menolak hak angket, gimana publik melihatnya, pasti Golkar diduga kolutif terhadap mafia pajak, ada pembicaraan khusus dengan SBY dan sebagainya," tandas Priyo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau