Flu burung

Flu Burung Terus Menyerang, 10 Ayam Mati

Kompas.com - 21/02/2011, 17:46 WIB

GARUT, KOMPAS.com - Kematian hewan ternak unggas jenis ayam secara mendadak di Desa/Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus bertambah, Minggu malam dilaporkan 10 ekor ayam mati.

"Saat melakukan peninjauan (Minggu malam) ke Desa Banyuresmi dari kepala desanya dilaporkan ada sepuluh ekor ayam mati," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan, Kabupaten Garut, Dida Kardiana, Senin (21/2/2011).

Sebelumnya dilaporkan tiga ratusan ayam milik warga dari beberapa kampung mati mendadak berdasarkan pemeriksaan akibat terjangkit virus H5N1 atau flu burung.

"Selama ini warga tak mau ayamnya dimusnahkan karena tidak percaya adanya virus itu. Padahal kalau ini dibiarkan akan terus bertambah," kata Dida.

Ia berharap masyarakat sadar pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan dengan memutus mata rantai penyebaran virus sehingga penyebarannya tidak berdampak pada manusia.

Upaya membujuk masyarakat koordinasi dengan aparat Kecamatan dan Desa, Dida berharap masyarakat mau menyerahkan hewan ternak unggasnya dengan dibeli oleh pemerintah sebesar Rp 12.500 per ekor.

"Mudah-mudahan hari ini (Senin) kami akan mengajak camat untuk melakukan sosialisasi bahaya virus yang menyerang ayam warga," kata Dida.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau