Pepesan kosong

Pernyataan Presiden Harus Disikapi

Kompas.com - 22/02/2011, 18:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana, atau yang akrab dipanggil Sani, mengungkapkan, pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal pepesan kosong harus disikapi dengan cekatan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, pemerintah pusat juga perlu mengevaluasi aturan-aturan yang justru menghambat pembangunan Ibu Kota.

"Pemprov harus lebih cekatan dan transparan terkait proyek-proyek pembangunan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat," ungkap Sani, Selasa (22/2/2011), dalam pernyataan persnya kepada para wartawan.

Sani melanjutkan, pernyataan Presiden Yudhoyono juga harus dijadikan bahan evaluasi; baik oleh jajaran Pemprov DKI Jakarta maupun pejabat di pemerintah pusat.

Khusus untuk pemerintah pusat, Sani mengatakan, para pembantu Presiden harus mengevaluasi regulasi yang menghambat pembangunan infrastruktur di DKI. "Banyak pembangunan infrastruktur DKI justru terhambat karena regulasi pemerintah pusat," kata Sani.

Sementara itu Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informasi, dan Kehumasan DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia mengaku mendapatkan amanat dari Gubernur DKI Jakarta di Bogor untuk menyampaikan instruksi Presiden dalam mengatasi kemacetan Ibu Kota. Presiden menginstruksikan kementerian yang terkait dalam penanganan kemacetan dan penataan transportasi serta infrastruktur untuk melakukan program pembangunan nasional di Jakarta yang mengacu pada konsep pola transportasi makro.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau