Bahrain bergolak

Ratusan Ribu Syiah Melawan Rezim Sunni

Kompas.com - 23/02/2011, 01:26 WIB

MANAMA, KOMPAS.com — Ratusan ribu penganut Syiah turun ke jalanan di Manama, Bahrain, Selasa (22/2/2011), menuntut turun para penguasa pemerintah yang didominasi kaum Sunni.

Mereka berduyun-duyun menuju Pearl Square di pusat kota, menuntut reformasi politik. Dipimpin kelompok oposisi semacam Wefaq dan Waad, ini merupakan demonstrasi terbesar pertama yang terorganisasi dan diikuti kaum muda secara spontan yang mengikuti perkembangan melalui situs jejaring sosial.

Mereka bersama-sama melagukan seruan "Kami ingin pemerintah jatuh". Seorang demonstran, Abbas al-Fardan, mengatakan, "Sebagian ingin keluarga (penguasa) keluar, tetapi sebagian besar hanya ingin perdana menteri yang keluar. Kami ingin pemerintahan baru, rakyat harus memimpin negeri ini."

Mereka pada umumnya menghendaki sistem pemerintahan monarki konstitusional. Saat ini, rakyat Bahrain hanya bisa memilih anggota parlemen yang memiliki sedikit kekuasaan. Parlemen itu pula yang akhirnya jadi pelestari kekuasaan elite yang terpusat pada keluarga al-Khalifa.

Wangsa al-Kalifa memerintah selama 200 tahun. Keluarga itu mendominasi kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Sheikh Khalifa bin Salman, paman raja, sejak merdeka dari Inggris tahun 1971.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau