Pesan Ketulusan Iwan Fals

Kompas.com - 23/02/2011, 05:07 WIB

KOMPAS.com — Iwan Fals (49) menjadi salah seorang penyanyi yang terlibat dalam konser Erwin Gutawa, ”A Masterpiece of Erwin Gutawa”. Dia berharap konser yang merupakan refleksi perjalanan bermusik Erwin Gutawa ini dapat mengantarkan pesan tentang ketulusan.

Hal itu diungkapkan Iwan terkait maraknya kekerasan atas nama agama yang belakangan ini terjadi di Tanah Air. Menurut pelantun lagu ”Bento” dan ”Aku Bukan Pilihan” ini, kekerasan hingga menghilangkan nyawa orang lain adalah perbuatan yang sulit dipahami karena pada akhirnya semua orang akan mati.

”Lagu ’Izinkan Aku Mencintaimu’ adalah lagu tentang cinta yang dalam, tetapi masih bicara soal Tuhan. Mudah-mudahan lagu ini bisa menjawab tentang cinta kepada Tuhan,” katanya.

Adapun lagu ”Mata Dewa” yang berkisah tentang alam, lanjut Iwan, diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin mencari keindahan.

”Alam yang ada di sekitar kita ini indah. Lalu, kenapa harus jauh-jauh kita mencari keindahan,” katanya.

Konser ”A Masterpiece of Erwin Gutawa” akan digelar pada 26 Februari 2011 di Jakarta Convention Center. Selain Iwan, sejumlah penyanyi dan musisi juga akan tampil. Mereka, antara lain, Rossa, Once, Sandhy Sondoro, Dira J Sugandi, Lea Simanjuntak, Afgan Syah Reza, dan Gita Gutawa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau