Sesumbar Golkar: Perjuangan Tak Padam!

Kompas.com - 23/02/2011, 06:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Golongan Karya sesumbar akan tetap berjuang membongkar permasalahan terkait mafia perpajakan meskipun usulan hak angket pajak ditolak dalam rapat paripurna malam ini.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Idrus Marham, menyampaikan hal tersebut usai rapat paripurna di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/2/2011). "Idealisme perjuangan ini tidak pernah padam," kata Idrus.

Perjuangan Partai Golkar, katanya, dapat dilakukan dengan fungsi pengawasan terhadap penegakkan hukum terkait mafia pajak melalui berbagai instrumen politik.

"Kami tidak bilang (melalui) Panja (Panitia Kerja), ya," imbuh Idrus. Putusan paripurna yang menolak hak angket, lanjut Idrus, justru akan membuat Golkar semakin kreatif dalam membongkar persoalan mafia perpajakan.

Idrus juga mengatakan, masalah mafia perpajakan merupakan persoalan yang serius. Masalah tersebut bukan hanya berkaitan dengan penerimaan negara namun juga sistem perpajakan yang harus diperbaiki.

Ketika ditanya apakah Golkar akan gentar dengan ancaman Partai Demokrat untuk mengevaluasi koalisi Setgab pasca pengambilan keputusan hak angket pajak ini, Idrus menjawab partainya berjuang atas dasar kesadaran, bukan keterpaksaan.

"Atas dasar kesadaran, idealisme memperkuat pemerintahan. Saya kira tidak ada relevansinya itu," klaim Idrus. Seperti diberitakan, dalam rapat paripurna malam ini diputuskan hak angket mafia pajak ditolak.

Melalui proses voting, sebanyak 266 anggota DPR memilih menolak sedangkan 264 anggota lainnya menyatakan menerima. Atas kekalahan Golkar dalam memperjuangkan hak angket pajak tersebut, partai berlambang beringin itu meminta maaf kepada masyarakat.

"Kepada masyarakat yang mempunyai aspirasi membongkar mafia pajak ini. Tentu kita sudah berusaha optimal," kata Idrus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau