Sulawesi tenggara

Anggaran 20 Persen Harus Direalisasikan

Kompas.com - 23/02/2011, 15:03 WIB

SUWAWA, KOMPAS.com - Warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Bersatu, Rabu (23/2/2011), berunjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Bone Bolango, Sulawesi Tenggara, mendesak Bupati agar merealisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen. Sempat diwarnai adu mulut, para pengunjuk rasa mendesak anggota dewan turun tangan mendukung realisasi anggaran pendidikan 20 persen tersebut.

Salah satu koordinator unjuk rasa, Zulkarnain, mengatakan, sesuai dengan undang-undang, realisasi anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen yang diambil dari APBN dan APBD. Padahal, kata dia, anggaran pendidikan di Bone Bolango hanya sekitar tiga persen. Realisasi tersebut masih jauh dari yang diatur dalam undang-undang.  

"Ini artinya Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, tidak mampu melaksanakan amanat undang-undang. Dia harus segera merealisasikan anggaran 20 persen untuk Kabupaten Bone Bolango agar kualitas pendidikan di sini lebih maju," ucap Zulkarnain.

Ketua DPRD Kabupaten Bone Bolango Rusliyanto Monoarfa, yang menemui pengunjuk rasa, mengatakan, semua yang dikatakan pengunjuk rasa bahwa anggaran pendidikan di Bone Bolango hanya tiga persen perlu dibuktikan. Ia berjanji membahas laporan warga tersebut dalam rapat bersama anggota dewan. Ia juga mengingatkan agar pengunjuk rasa berhati-hati dalam menyampaikan data agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Kami akan menampung aspirasi warga soal anggaran pendidikan di Bone Bolango. Akan kami bahas dalam rapat bersama anggota dewan lainnya. Namun, kami ingatkan agar pengunjuk rasa berhati-hati dalam menyajikan data," ucap Rusliyanto.

Unjuk rasa berlangsung tertib meski sempat terjadi adu mulut antara pengunjuk rasa dengan Ketua DPRD Bone Bolango. Setelah terjadi perdebatan alot, pengunjuk rasa diizinkan masuk ke ruang dewan untuk menyampaikan aspirasi mereka.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau