Flu burung

Flu Burung Mulai Mengintip Kota Solo

Kompas.com - 23/02/2011, 15:31 WIB

SOLO, KOMPAS.com — Sebanyak delapan dari 11 ayam milik warga RT I RW03 Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, mati mendadak, Senin (21/2/2011), dan dinyatakan positif terserang avian influenza atau flu burung.

"Hasil tes usap kloaka ayam yang mati menunjukkan positif terkena AI. Bangkai ayam itu juga juga langsung dimusnahkan bersama tiga ayam lainnya yang masih hidup," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Surakarta Weny Ekayanti kepada wartawan di Solo, Rabu (23/2/2011).

Pada Senin pagi, pihaknya menerima laporan warga bahwa ayam milik mereka mati mendadak pada hari itu.

"Kami langsung terjunkan tim Participatory Disease Surveillance and Response (PDSR) untuk mengambil sampel dan mensterilkan lingkungan. Jadi, masyarakat tidak perlu panik karena sudah dicegah penyebarannya," katanya.

Sterilisasi dilakukan dengan menyemprotkan disinfektan di sekitar kandang serta wilayah di sekitar lokasi temuan kasus tersebut.

Dalam masalah ini, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan kota melalui puskesmas setempat untuk memeriksa kondisi kelurga pemilik ayam.

"Keluarga pemilik ayam tersebut juga sudah diperiksa dan hasilnya negatif. Jadi, tidak ada penularan pada manusia," ujarnya.

Ia meminta pemilik ternak, terutama unggas, untuk mewaspadai gejala sakit pada ternaknya. Apalagi pada masa pancaroba, ternak memang rentan terserang penyakit karena daya tahan tubuhnya menurun.

Weny mengatakan, pihaknya juga menambah intensitas pengawasan menyusul munculnya kasus AI positif di wilayah Klaten baru-baru ini. Meski demikian, secara rutin dinas pertanian sudah menjadwalkan pengawasan dan pemeliharaan hewan ternak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau