JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, pemerintah Indonesia prihatin dengan situasi di Libya yang semakin memanas. Aksi-aksi kekerasan terjadi di negara tersebut. Sampai saat ini, jumlah korban tewas akibat bentrokan di negara kaya minyak tersebut dilaporkan mencapai 300 orang.
"Kita mengharapkan baik rakyat maupun pemerintah Libya bisa menyelesaikan masalah ini secara damai, secara demokratis, dan melalui dialog," kata Marty lepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (23/2/2011).
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan, pemerintah Libya telah melakukan "pelanggaran serius hukum kemanusiaan internasional".
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton meminta Moammar Khadafy menghentikan aksi pertumpahan darah yang tak bisa diterima dan dunia sedang menonton kekerasan Libya "dengan peringatan".
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris David Cameron menyebut kekerasan rezim Khadafy "mengerikan".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang