Lumpur panas

Dinas Pertambangan Tinjau Lumpur Panas

Kompas.com - 23/02/2011, 20:44 WIB

PALU, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Budi Katiandago bersama rombongan meninjau lokasi semburan lumpur panas berbau belerang di perbatasan Desa Malala, Tinabogang, dan Malulu, Kecamatan Dondo, Rabu (23/2/2011).

"Sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju lokasi," kata Uyo, salah seorang tokoh masyarakat Malala yang mengikuti perjalanan rombongan Dinas Pertambangan ke lokasi semburan.

Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 30 menit karena harus ditempuh dengan jalan kaki melintasi sawah dan kebun rakyat.

Kunjungan Dinas Pertambangan ini adalah kunjungan pertama dari intansi terkait sejak warga menemukan semburan lumpur panas di daerah itu beberapa hari lalu.

Menurut Uyo, warga di sana mendapat kabar Dinas Kesehatan juga akan mengunjungi lokasi tersebut guna memastikan unsur-unsur zat yang terdapat dalam lumpur tersebut.

Uyo mengatakan, masyarakat khawatir semburan lumpur itu mengandung racun sehingga bisa membahayakan kesehatan masyarakat.

Hingga Rabu ini masyarakat sekitarnya masih terus mendatangi pusat semburan guna menyaksikan langsung dari dekat semburan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau