Pekanbaru

Ribuan Warga Serang Markas Polsek Kampar

Kompas.com - 24/02/2011, 00:22 WIB

BANGKINANG, KOMPAS.com - Ribuan warga yang marah mengepung serta memporak-porandakan Markas Polsek Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Rabu (23/2/2011) sore.

Aksi warga ini dipicu tindakan polisi yang salah tangkap dan memukul Zulkifli, warga Dusun I Desa Bukit Ranah, Kabupaten Kampar.

Masyarakat mulai mendatangi kantor Polsek Kampar pukul 16.30 WIB. Awalnya, jumlah massa hanya ratusan orang dan dari warga Desa Ranah. Warga berupaya mempertanyakan tindakan polisi yang bertindak anarkis.

Saat itu warga meminta polisi mengeluarkan tiga polisi yang telah berindak salah tangkap dan sempat melakukan pemukulan. Namun polisi tidak bisa mengabulkannya.

Kapolres Kampar, AKBP Muttaqien yang tiba dilokasi menyampaikan permintaan maafnya sembari mengatakan tiga polisi tersebut sudah diamakan di Mapolres.

Kapolres mengaku siap menghadirkan tiga orang polisi tersebut. Warga yang mulai ramai berupaya menunggu. Lama menunggu, warga kehabisan kesabaran, satu persatu batu melayang kearah kantor polsek. Mendapati kondisi yang tidak aman, Kapolres berupaya menyelamatkan diri ke arah kantor.

Massa yang semakin banyak terus beringas. Mereka memasuki area kantor sembari melempar kaca serta lampu. Tidak itu saja, dua sepeda motor serta televisi di ruang pengaduan dirusak. Sementara polisi berupaya menyelamatkan diri ke dalam kantor.

Melihat tindakan massa yang kian tidak terkendali, polisi berupaya menghalau dengan beberapa kali tembakan ke udara. Sebagian massa mundur ke arah kiri. Namun massa di sisi kanan justru bergerak maju melempar. Polisi kembali terpojok dan menyelamatkan diri ke dalam kantor.

Polisi balik menyerang dan massa di sebelah kanan mundur. Lagi-lagi massa arah kiri merangsek maju. Polisi lagi-lagi mundur. Kondisi tersebut terus berulang kali. Dentuman suara tembakan jelas terdengar saat polisi berupaya menghalau massa.

Kondisi jalan di depan kantor Polsek Kampar sudah dipenuhi ribuan massa. Bahkan tidak hanya warga Desa Ranah, namun massa sudah bercampur dari desa lainnya. Terlihat massa yang sengaja didatangkan dengan truk colt diesel.

Kondisi tersebut terang mebuat arus lalu lintas macet total. Paling tidak kendaraan terjebak sampai puluhan kilometer. Sementara warga terus berupaya melempar.

Kondisi listrik padam makin membuat suasana kian mencekam. Warga yang marah merobohkan plang nama Polsek Kampar. Satu unit truk yang tengah membwa kerikil menuju Pekanbaru juga distop. Muatan kerikil dipakai untuk melempari kantor.

Beruntung, satu pleton dari Batalyon Infanteri 132 Salo tiba di lokasi. Dengan bantuan TNI, kantor polsek dievakuasi. Massa yang terus melakukan pelemparan. Polisi pun mulai menghalau lebih ketat. Berkali-kali tembakan keudara menghalau massa. Polisi mulai meringsek keluar mencairkan konsentrasi massa.

Satu persatu, polisi mendapatkan warga yang diduga menjadi provokator. Setidaknya dua orang berhasil dimanakan ke kantor Polsek. Massa semakin mundur dan cair. Namun masih terlihat berkumpul di beberapa titik dengan. Massa lari kedua arah, Pekanbaru dan Bangkinang. (Tribun Pekanbaru, Rudi Rahmat)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau