BANGKINANG, KOMPAS.com - Ribuan warga yang marah mengepung serta memporak-porandakan Markas Polsek Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Rabu (23/2/2011) sore.
Aksi warga ini dipicu tindakan polisi yang salah tangkap dan memukul Zulkifli, warga Dusun I Desa Bukit Ranah, Kabupaten Kampar.
Masyarakat mulai mendatangi kantor Polsek Kampar pukul 16.30 WIB. Awalnya, jumlah massa hanya ratusan orang dan dari warga Desa Ranah. Warga berupaya mempertanyakan tindakan polisi yang bertindak anarkis.
Saat itu warga meminta polisi mengeluarkan tiga polisi yang telah berindak salah tangkap dan sempat melakukan pemukulan. Namun polisi tidak bisa mengabulkannya.
Kapolres Kampar, AKBP Muttaqien yang tiba dilokasi menyampaikan permintaan maafnya sembari mengatakan tiga polisi tersebut sudah diamakan di Mapolres.
Kapolres mengaku siap menghadirkan tiga orang polisi tersebut. Warga yang mulai ramai berupaya menunggu. Lama menunggu, warga kehabisan kesabaran, satu persatu batu melayang kearah kantor polsek. Mendapati kondisi yang tidak aman, Kapolres berupaya menyelamatkan diri ke arah kantor.
Massa yang semakin banyak terus beringas. Mereka memasuki area kantor sembari melempar kaca serta lampu. Tidak itu saja, dua sepeda motor serta televisi di ruang pengaduan dirusak. Sementara polisi berupaya menyelamatkan diri ke dalam kantor.
Melihat tindakan massa yang kian tidak terkendali, polisi berupaya menghalau dengan beberapa kali tembakan ke udara. Sebagian massa mundur ke arah kiri. Namun massa di sisi kanan justru bergerak maju melempar. Polisi kembali terpojok dan menyelamatkan diri ke dalam kantor.
Polisi balik menyerang dan massa di sebelah kanan mundur. Lagi-lagi massa arah kiri merangsek maju. Polisi lagi-lagi mundur. Kondisi tersebut terus berulang kali. Dentuman suara tembakan jelas terdengar saat polisi berupaya menghalau massa.
Kondisi jalan di depan kantor Polsek Kampar sudah dipenuhi ribuan massa. Bahkan tidak hanya warga Desa Ranah, namun massa sudah bercampur dari desa lainnya. Terlihat massa yang sengaja didatangkan dengan truk colt diesel.
Kondisi tersebut terang mebuat arus lalu lintas macet total. Paling tidak kendaraan terjebak sampai puluhan kilometer. Sementara warga terus berupaya melempar.
Kondisi listrik padam makin membuat suasana kian mencekam. Warga yang marah merobohkan plang nama Polsek Kampar. Satu unit truk yang tengah membwa kerikil menuju Pekanbaru juga distop. Muatan kerikil dipakai untuk melempari kantor.
Beruntung, satu pleton dari Batalyon Infanteri 132 Salo tiba di lokasi. Dengan bantuan TNI, kantor polsek dievakuasi. Massa yang terus melakukan pelemparan. Polisi pun mulai menghalau lebih ketat. Berkali-kali tembakan keudara menghalau massa. Polisi mulai meringsek keluar mencairkan konsentrasi massa.
Satu persatu, polisi mendapatkan warga yang diduga menjadi provokator. Setidaknya dua orang berhasil dimanakan ke kantor Polsek. Massa semakin mundur dan cair. Namun masih terlihat berkumpul di beberapa titik dengan. Massa lari kedua arah, Pekanbaru dan Bangkinang. (Tribun Pekanbaru, Rudi Rahmat)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang