Pon riau 2012

Polo Air Putri Belum Masuk Daftar

Kompas.com - 24/02/2011, 04:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia masih menunggu keputusan panitia Pekan Olahraga Nasional 2012 Riau soal apakah polo air putri dipertandingkan di PON. Sampai kini polo air putri belum termasuk dalam daftar nomor pertandingan.

Ketua Bidang Polo Air PB PRSI Andreas Legawa mengatakan, PRSI masih berjuang agar polo air bisa dipertandingkan. PRSI juga memperjuangkan beberapa nomor di cabang renang, renang indah, dan loncat indah yang dicoret dari PON. ”Keputusannya mungkin 12 Maret ini,” kata Andreas, Rabu (23/2).

Andreas gemas dengan keputusan panitia PON sebab polo air putri tahun ini justru sudah dipertandingkan di SEA Games setelah laga ekshibisi pada SEAG 2009 di Laos. Polo air putri juga sudah diekshibisi di PON 2008. ”Namun, mengapa di PON 2012 dicoret untuk kepentingan kuota? Padahal, ini kan cabang olimpiade,” katanya.

Andreas membeberkan prestasi tim nasional polo air putri di level internasional. Misalnya, tim Indonesia menjadi kampiun pada Kejuaraan Asia Pasifik Hongkong 2007 dan pemenang kedua kejuaraan yang sama tahun 2008. Pada Kejuaraan Malaysia Terbuka 2010, tim polo air putri juga tampil sebagai juara.

Prestasi atlet yunior juga tidak kalah. Tim putri U-20 pernah tiga kali menjadi runner-up (tahun 2007, 2009, dan 2010) serta sekali pemenang ketiga (2006) pada Betawi Cup, kejuaraan polo air se-Asia. Tim U-18 kini berada di urutan keempat se-Asia.

Kini, sembilan provinsi di Indonesia memiliki tim polo air putri yang kuat, yakni DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jambi, Jawa Timur, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan. Untuk PON 2012 cukup lima provinsi ikut, untuk itu perlu dibuka pertandingan kualifikasi.

Gubernur Riau Rusli Zainal, yang juga Ketua Panitia PON 2012, menyetujui ditampilkannya semua cabang olimpiade. Namun, soal kuota dan pengurangan nomor, ia menyerahkan kepada panitia pelaksana dan KONI.

PON Remaja 2013

Dari Lamongan diwartakan, Sekretaris Umum KONI Jawa Timur Ali Sahbana menyatakan, PON Remaja 2013 akan digelar di Jatim. Gagasan menggelar PON Remaja ini muncul lantaran Indonesia hanya mampu meraih satu perunggu pada Olimpiade Remaja 2010 di Singapura.

? PON Remaja menjadi ajang menampilkan bibit-bibit baru unggulan berprestasi berusia di bawah 18 tahun. Atlet berprestasi akan dibina di Prima Pratama. ”Ini jadi terapi kejut di tengah lesunya pembinaan atlet usia dini,” kata Ali. (IVV/ACI)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau