Konversi utang jadi saham

Kreditor Setuju, Mandala Selamat

Kompas.com - 24/02/2011, 15:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Mandala Airlines selamat dari kepailitan setelah sebagian besar pemberi kredit ke maskapai tersebut menyatakan kesetujuan dengan tawaran mengonversikan utang maskapai tersebut menjadi saham. Dengan keputusan itu, Mandala setidaknya bisa lega karena bisa lolos dari salah satu halangan besar.

Permintaan perdamaian yang diajukan Mandala dengan opsi mengubah utang menjadi saham diputuskan melalui pemungutan suara di Jakarta, Kamis (24/2/2011). Pemungutan suara dilakukan karena pada pertemuan sebelumnya banyak kreditor Mandala menolak utang dikonversi menjadi saham sehingga maskapai tersebut terancam untuk dipailitkan.

Dari 344 orang yang berhak memberikan suara, sebanyak 304 orang menyatakan setuju utang diganti saham, 37 orang menyatakan menolak, dan 3 orang abstain.

Presiden Direktur Mandala Diono Nurjadin mengatakan, dengan adanya keputusan itu, rencana perusahaan akan berjalan sesuai dengan rencana. "Restrukturisasi mudah-mudahan akan jalan terus," kata Diono seusai pertemuan.

Menurut Diono, keputusan tersebut akan diberikan ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Bagi yang belum menerima bisa mengajukan keberatan. Pengadilan akan memutuskan ini pada 2 Maret 2011.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau