Pln

Satu Pelanggan PLN, Calo Sikat 2,9 Juta

Kompas.com - 24/02/2011, 18:02 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com - Menjelang sambungan baru jaringan listrik yang akan dilakukan PLN Cabang Pekanbaru, para calo terlihat marak berkeliaran di sejumlah perumahan daerah itu.

Warga perumahan Tanjung Mas, Asri, 35, Kamis (24/2/2011) mengatakan, para calo tersebut mencari korban dan menyatakan menjamin aliran listrik akan masuk pada Maret 2011.

"Ada yang datang dan mengatakan bisa memasukkan aliran listrik. Calo tersebut minta uang hingga Rp 3,5 juta, lebih besar jika kita urus sendiri ke PLN," ujarnya.

Padahal, jika mengurus sendiri ke PLN biaya yang dikeluarkan hanya Rp 700 ribu. Ia mengatakan, calo tersebut juga mengetahui siapa saja yang akan mendapat aliran listrik pada Maret 2011.

"Calo tersebut juga mengancam jika tidak melalui dirinya, maka tidak ada jaminan jaringan listrik masuk ke rumah kami," katanya.

Pihaknya juga mengaku resah dengan maraknya calo yang berkeliaran sehubungan dengan rencana perusahaan energi listrik itu memasang jaringan di daerah tersebut.

Manajer Cabang PLN Pekanbaru, Ilham Santoso, mengakui memang saat ini banyak calo berkeliaran di sejumlah perumahan terkait rencana tersebut. "Kita mengimbau masyarakat jangan percaya dengan namanya calo. Lebih baik urus sendiri ke kantor rayon PLN," kata dia.

Ia menyebutkan untuk pemasangan baru hanya membayar Biaya Pemasangan dan Uang Jaminan Langganan. Di mana untuk biaya pemasangan tergantung daya yang diinginkan. "Misalnya untuk pemasangan 900 KWh, biaya yang dikeluarkan hanya Rp 675 ribu," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau