Wabah

Flu Burung Merebak, Peternak Harus Siap

Kompas.com - 24/02/2011, 18:16 WIB

GRESIK, KOMPAS.com - Penyakit flu burung yang menyerang unggas di Bojonegoro dan Gresik terjadi sporadis. Peternak diimbau rajin membersihkan kandang dan menyemprotkan desinvektan agar penyakit tidak menyebar. Unggas yang terjangkit harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau ditimbun.

Kepala Subdinas Peternakan Kabupaten Gresik, Susanto, Kamis (24/2/2011) menuturkan upaya mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus flu burung dilakukan dengan vaksinasi. Selain itu ada edukasi ke pternak agar rajin membersihkan kandangnya.

Pada Februari ini tidak ada ditemukan kasus flu burung di Gresik. "Kasus flu burung ditemukan pekan terakhir hingga Januari lalu total sekitar 6.000 ekor ayam pedaging di Benjeng atau sekitar 2,4 persen dari total populasi," katanya.

Peternak ayam di Gresik tersebar di Benjeng, Cerme, Menganti, dan Sedayu. Saat ini di Gresik tercatat 3,3 juta ekor unggas, terdiri dari ayam ras petelor 130.000 ekor, ayam ras pedaging (potong) 2,5 juta ekor, ayam kampung 640.000 ekor.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bojonegoro, Tukiwan Yusa, Kamis (24/2/2011) menuturkan untuk mengantisipasi flu burung ada petugas semacam tim buru sergap yang memantu pergerakan di lapangan. "Tim ini memantau ada tidaknya penyakit flu burung agar penyebarannya bisa dicegah sejak dini. Lalu lintas keluar masuknya hewan ternak khususnya di wilayah perbatasan juga diawasi," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau