Bentrokan

Polisi Akui Ada Warga yang Tertembak

Kompas.com - 24/02/2011, 21:22 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com - Polisi akhirnya mengakui, ada warga yang tertembak saat terjadi insiden penyerangan kantor Polsek Kampar, Kabupaten Kampar, Riau. "Ya benar ada yang tertembak," kata Kepala Kepolisian Resort Kampar AKBP MZ Muttaqien, Kamis (24/2/2011).

Sebelumnya, massa yang diperkirakan berjumlah ratusan menyerang Polsek Kampar pada Rabu malam. Berdasarkan penelususan, sedikitnya ada dua warga yang terkena tembakan yang dilepaskan polisi.

Mereka adalah Andri Syahputra yang terluka di kepala bagian belakang dan Idris di telapak tangan kanan. Namun, Muttaqien membantah korban Andri terkena tembakan. Ia bersikeras hanya ada satu korban luka tembak atas nama Idris karena terkena peluru karet.

"Hanya satu orang yang tertembak atas nama Idris. Sedangkan, korban yang bernama Andri luka akibat terkena lemparan batu," ujarnya.

Ia mengatakan pihak kepolisian akan menanggung biaya pengobatan korban yang terluka akibat insiden itu. Sudirman, orangtua dari korban Andri, mengatakan anaknya benar terkena peluru nyasar yang ditembakan petugas polisi untuk membubarkan massa.

Hasil pemeriksaan terhadap anaknya RSUD Bangkinang, Andri terluka akibat kena tembakan peluru karet. "Masak saya bohong anak saya sudah terluka begitu," katanya.

Meski terjadi pertentangan, pihak kepolisian akhirnya meralat pernyataan bahwa tidak ada korban dalam insiden penyerangan Polsek Kampar yang diduga akibat personel polisi salah menangkap warga dalam kasus judi togel.

Sebab, Kapolda Riau Brigjen Pol Suaedi Husein tak lama setelah insiden mengklaim tidak ada korban dalam insiden itu. "Tidak ada korban luka, apalagi meninggal dunia," kata Kapolda saat meninjau lokasi kejadian, Rabu malam.

Bentrok warga dan aparat polisi bermula akibat polisi salah menangkap dan menganiaya Zulkifli (45) karena dinilai melawan saat proses penangkapan pada Rabu lalu.

Korban menderita luka cukup parah hingga harus dirawat di RSUD Bangkinang, Kampar. Warga setempat langsung melakukan aksi protes dan minta pertanggungjawaban dari polisi.

Aksi warga makin beringas sekitar pukul 19.00 WIB, ketika massa menghujani batu ke kantor Polsek Kampar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau