Motogp

Gawat! Rossi Mulai Khawatir

Kompas.com - 24/02/2011, 21:35 WIB

SEPANG, Kompas.com — Lama tak memperlihatkan kekhawatirannya, Valentino Rossi akhirnya memberikan sinyal tersebut. "The Doctor" mengungkapkan apa yang dirasakannya tersebut setelah tes resmi hari terakhir di Sepang, Malaysia, Kamis (24/2/2011).

Dalam uji coba terakhir di Sepang, Rossi hanya mampu menempati peringkat 11. Bahkan, waktu yang dicatat peraih tujuh gelar juara dunia MotoGP tersebut terpaut hampir dua detik dari pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, yang tampil sangat dominan.

Padahal, pada hari pertama tes ini, Selasa (22/2/2011), Rossi merasa lebih percaya diri ketika dia mampu berada di peringkat sembilan (dengan ban keras) dengan hanya terpaut satu detik dari pebalap terdepan. Namun, pada hari kedua, pebalap Italia ini terpaksa absen karena mengalami gangguan kesehatan.

Nah, pada hari ketiga, performa Rossi justru melorot. Alih-alih bisa memperbaiki catatan waktu untuk bersaing dengan para rivalnya, Rossi malah terpuruk di urutan 11 dan jauh tertinggal dari Stoner. Dia mengalami kesulitan saat menikung dan kehilangan waktu hampir 0,8 detik dari Stoner.

Kini, Rossi tinggal memiliki waktu dua hari untuk memperbaiki segala kekurangan pada Ducati Desmosedici GP11. Pada 13-14 Maret mendatang, dia (dan seluruh pebalap) akan menjalani latihan resmi terakhir di Sirkuit Losail, Qatar, sebelum melakoni debutnya bersama Ducati pada seri perdana MotoGP 2011 di sirkuit tersebut, 18 Maret.

"Hari pertama tidak terlalu buruk karena saya sudah mencapai waktu terbaik dalam tes pertama (awal bulan ini) dan kami hanya tertinggal satu detik dari pebalap terdepan," ujar Rossi.

"Kami agak percaya diri pada hari kedua karena bisa mencoba banyak hal, seperti pengesetan yang berbeda untuk bagian belakang, beberapa sayap, serta suspensi yang berbeda. Saya agak optimistis untuk memperbaiki catatan waktu kami, tetapi sayang kemarin saya tidak bisa tampil sehingga kami kehilangan satu hari, yang membuat semuanya menjadi lebih sulit.

"Meskipun demikian, hari ini saya merasa baik-baik saja. Saya hampir menyelesaikan 60 lap (59 lap) dan banyak bekerja pada motor, tetapi sayang kami tidak mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi.

"Kami tidak terlalu cepat di sejumlah tikungan. Kami mengalami persoalan untuk membelokkan motor sehingga saya selalu harus sangat pelan untuk menikung dengan baik. Saya tidak bisa mengendarai Desmosedici dengan benar.

"Posisinya buruk karena kami hanya berada di peringkat 11, tetapi terutama jarak dengan yang terdepan. Kami agak khawatir. Kami harus bekerja keras untuk memperbaiki performa.

"Absen satu hari menjadi sebuah kerugian, tetapi tidak hanya itu. Maksudku, kami seharusnya bisa membuat motor menjadi sedikit lebih baik, tetapi harus diakui, jarak dengan Honda besar."

Lalu, apakah dengan demikian Rossi pasrah menjelang seri pembuka yang tinggal sebulan lagi? Kepada Crash.net, juara dunia sembilan kali balap motor ini mengatakan bahwa mereka harus bisa menemukan pengesetan yang lebih bagus, tanpa perlu memaksakan diri untuk menambah bagian baru demi memecahkan persoalan.

"Saya pikir, yang harus lebih diperhatikan adalah pengesetan, juga karena sekarang kami hanya punya waktu 20 hari menjelang seri pertama dan kami bekerja dengan materi ini. Kami senang dengan meteri yang ada, kami hanya perlu memahami pengesetannya dan cara mengendarai motor ini," ujar mantan pebalap Yamaha tersebut.

Sebelum menghadapi seri pembuka di Sirkuit Losail, Qatar, Rossi dan para pebalap lainnya akan menjalani tes ketiga sekaligus uji coba terakhir di sirkuit tersebut (Losail). Rossi berharap mereka bisa meraih hasil terbaik demi menjaga reputasi Ducati, yang sangat tangguh di Qatar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau