Pemilihan ketua umum

Menpora Keluarkan Ancaman untuk PSSI

Kompas.com - 25/02/2011, 12:16 WIB

NUSA DUA, KOMPAS.com — Pemerintah sampai saat ini masih menunggu respons PSSI atas peringatan yang telah dilayangkan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng beberapa hari lalu terkait dengan penjegalan terhadap dua calon ketua umum PSSI, George Toisutta dan Arifin Panigoro. Isi peringatan tersebut antara lain meminta PSSI mengoreksi hasil verifikasi pemilihan ketua umum PSSI sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Pemerintah sudah jelas. Intinya, kami memberi peringatan-peringatan kepada PSSI untuk ditindakjanjuti. Sekarang kami menunggu respons yang jelas dari PSSI," ujar Andi Mallarangeng di sela-sela Council and Executive Comittee Meeting SEA Games Federation di Nusa Dua, Bali, Jumat (25/02/2011) pagi.

"Kalau PSSI melakukan koreksi sesuai dengan peringatan tersebut, alhamdulillah kongres akan berjalan dengan baik," ujarnya.

Namun, pemerintah akan bersikap tegas jika PSSI etap "bandel" dan tidak mengindahkan peringatan tersebut. "Kami akan mengambil tindakan sanksi sesuai dengan kewenangan undang-undang (UU)," kata Andi.

Tidak disebutkan secara rinci sanksi apa yang dimaksud. Andi hanya menjelaskan, pemerintah akan memberi sanksi sesuai dengan UU.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau