Narkoba

Selundupkan Sabu, Pembesuk Ditahan

Kompas.com - 25/02/2011, 14:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Stefanus alias Rudi (40), pengunjung tahanan narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya, ditangkap karena kedapatan mencoba menyelundupkan sabu seberat 0,8 gram di dalam kotak nasi padang ke rumah tahanan. Makanan tersebut semula akan diserahkan kepada Wiranto alias Wicong, tersangka pengedar ekstasi yang sedang menjalani masa tahanan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya.

"Pelaku yang bernama Stefanus alias Rudi ditangkap saat akan menjenguk tersangka Wicong yang ditahan di rutan (rumah tahanan)," kata Direktur Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya Komisaris Besar Anjan Pramuka Putra, Jumat (25/2/2011) di Jakarta.

Anjan menuturkan, Rabu (23/2/2011) sekitar pukul 15.30 WIB, petugas piket jaga Rutan Narkoba Polda Metro Jaya memeriksa paket makanan nasi padang yang dibawa Rudi. Petugas mengecek satu per satu nasi, sayur, dan lauknya. Ketika memeriksa cumi-cumi, petugas piket menemukan satu klip mencurigakan, yang diduga berisi narkotika jenis sabu.

Petugas tersebut lalu menghubungi Brigadir Komang dan Brigadir Doni bahwa ada pengunjung yang mengantar makanan untuk salah satu tersangka, yang ternyata di dalamnya ditemukan bungkusan sabu. "Ada cumi yang dimasuki sabu seberat 0,8 gram," ujar Anjan.

Polisi, menurut dia, masih menyelidiki orang yang menyuruh Rudi melakukan tindakan tersebut. Atas kejadian itu, polisi juga dipastikan akan menambah berkas untuk Wicong.

Menurut Anjan, saat ini semua makanan yang akan diserahkan penjenguk kepada tahanan rutan narkoba akan digeledah. "Semuanya akan diureg-ureg atau diobok-obok oleh kami. Ini supaya menghentikan upaya memasukkan narkoba, termasuk lewat pengiriman makanan kepada para tahanan," kata Anjan.

Dia mengakui, petugas jaga Rutan Narkoba Polda Metro Jaya sudah dua kali menangkap penjenguk semacam itu. Sebelum penangkapan Rudi, kejadian ini terjadi tahun 2010. "Kami akan kejar terus siapa yang menyuruh seseorang mengirimkan sabu kepada tahanan lewat makanan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau