Bawang impor

Setelah Beras, Bawang Impor Juga Masuk

Kompas.com - 25/02/2011, 21:46 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Bawang merah impor dari Filipina dan Vietnam saat ini membanjiri Pasar Johar, Semarang karena bawang merah lokal yang biasanya berasal dari Brebes terlihat langka.

"Saya tidak jual bawang merah lokal, karena pasokan dari Brebes, Kendal, dan Nganjuk kosong. Kalau barang kosong, maka bawang merah impor masuk Semarang. Ini saya jual bawang merah impor dari Vietnam," kata Endarti (34), pedagang di Pasar Johar, Semarang, Jumat (25/2/2011).

Endarti mengatakan, jika bawang merah kosong, karena belum panen, maka bawang merah impor masuk Semarang. Akan tetapi, jika panen bawang merah banyak, maka bawang merah impor dihentikan.

"Jika bawang merah lokal langka, kemudian tidak ada barang impor, maka harganya akan melambung tinggi. Masih ada beberapa pedagang yang menjual bawang merah dengan paling murah Rp 18.500/Kg," katanya.

Ibu dua anak dari Sukoharjo ini mengatakan, sebenarnya pembeli banyak yang memilih bawang merah lokal karena cita rasanya lebih enak dan menyenangkan.

"Sebenarnya jika dilihat dari bentuknya bawang impor Vietnam dan Filipina lebih besar. Bagusnya hanya untuk taburan, tetapi kalau cita rasa lebih enak bawang merah lokal," katanya.

Untuk barang merah impor Filipina dengan bentuk lebih besar, harganya lebih mahal yakni Rp 20.500-Rp 21.000/Kg. Sementara bawang merah harganya Rp 19.000/Kg.

Sejumlah pedagang bawang merah di Pasar Johar, mengaku hanya menjual bawang merah impor. "Bawang merah Jawa (lokal dari Brebes) tidak ada, ini hanya ada barang impor dari Vietnam," kata Bu Sukir (45).

Bu Sukir menjelaskan barang lokal sulit sejak musim penghujan. Hal sama juga diakui Sri (29) yang juga menjual bawang merah.

"Ini hanya ada bawang merah impor dari Filipina, tidak punya yang bawang merah Jawa," kata Sri.

Untuk harga bawang putih di Pasar Johar mengalami kenaikan sejak empat hari terakhir menjadi Rp 21.000-Rp 22.000/Kg.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau