Bogor

Festival Dongdang Ini yang Pertama Kali

Kompas.com - 26/02/2011, 17:18 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Festival 2000 Dongdang yang dipusatkan di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Sabtu (26/2/2011), berlangsung meriah. Arak-arakan rombongan peserta dongdang yang dimulai sekitar pukul 07.00 hingga pukul 10.30 WIB masih terus berlangsung. Masih banyak rombongan pengarak dongdang yang belum berhasil melintas di panggung kehormatan.

Di panggung kehormatan, selain dewan juri, mereka yang turut menyambut warga dari seluruh penjuru Kabupaten Bogor itu, antara lain, adalah Bupati Rachmat Yasin, Wakil Bupati Karyawan Fahturachman, Kapolres Ajun Komisaris Besar Dadang Rahadja. Dandim Letnan Kolonel Arif G Mada, Kajari, Ketua MUI Mukri Aji, dan Ketua DPRD Ajat Sudrajat.

Para peserta yang sudah bersiap-siap di Cibinong sejak subuh berupaya menjaga keutuhan dongdangnya sampai bisa melintas di depan pagung kehormatan. Untuk kemudian masuk ke Lapangan Tegar Beriman. Banyak yang tidak berhasil mempertahankan keutuhan dongdangnya karena warga yang mengerumun di sepanjang jalan masuk sudah tidak sabar untuk memperebutkan isi dongdang.

Isi dongdang beraneka ragam, mulai dari buah-buahan, umbi-umbian, sayuran, makanan ringan produksi pabrik atau UKM di Bogor, sampai berbagai makanan olahan tradisonal khas Bogor, seperti dodongkal.

Bentuk fisik dongdang rata-rata rumah-rumahan yang ditandu. Selain berisi penganan, dongdang juga dimuati pesan-pesan atau kampanye tentang sadar hukum, kesehatan, disiplin PNS/masyarakat, termasuk dalam membayar pajak.

Grup lawak Cagur (Wendi, Narji, dan Deni) menjadi komentator, mengomentari rombongan pembawa dongdang dengan cukup lucu, membut rombongan dongdang cengar-cengir kala "kesentil".

Kerumuman ribuan orang masih memadati Lapangan Tegar Beriman dan sekitarnya. Tampaknya mereka masih menunggu acara hiburan musik rohani dan tauziah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang akan berlangsung setelah shalat dzuhur. Masih banyak warga mengorek-ngorek bekas dongdang untuk mencari penganan yang masih bisa diambil.

Bupati Bogor Rachmat Yasin mengatakan, tujuan menyelenggarakan festival ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam kebersamaan dan kerukunan, selain berkaitan dengan Visit Bogor 2011.

"Ini adalah pesta rakyat. Ketika rakyat sudah benar-benar sepaham dan sejiwa dalam kebersamaan, program-program untuk kemasyarakatan akan mudah dilaksanakan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau