Energi

Bendungan Amazon Rusak Lingkungan

Kompas.com - 26/02/2011, 21:26 WIB

KOMPAS.com - Rencana pembangunan bendungan di Sungai Amazon untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mendapat tentangan di Brasil. Hakim federal   Ronaldo Desterro mengatakan syarat analisis dampak lingkungan atau amdal untuk pembangunan bendungan yang dinamakan Belo Monte itu belum ada. Dia juga mencegah agar Bank Pembangunan Nasional BNDES tidak mendanai proyek tersebut.

Hakim Desterro, sebagaimana warta AP dan AFP pada Sabtu (26/2/2011) mengatakan Badan Lingkungan Brasil Ibama, telah menyetujui proyek tanpa memperhatikan 29 masalah yang terkait dengan kondisi lingkungan, yang belum terpenuhi. Dalam putusannya, Desterro menyebutkan bendungan itu akan mengubah aliran sungai Xingu - salah satu sungai yang berada di kawasan Amazon.

Pemerintah mengatakan pembangunan Bendungan Belo Monte penting bagi pembangunan dan akan menciptakan lapangan kerja, dan juga menyediakan pasokan listrik bagi 23 juta rumah. Bendungan yang akan dijadikan pembangkit listrik tenaga air berkekuatan 11.000 megawatt akan menjadi yang terbesar di dunia setelah pembangkit di China dan Itaipu. Pembangunan bendungan ini merupakan bagian dari rencana Presiden Dilma Rousseff untuk meningkatkan infrastuktur energi Brasil.

Tetapi, rencana itu menimbulkan protes dan tantangan dari aktivis lingkungan dan kelompok masyarakat adat yang menyebutkan pembangunan bendungan di kawasan hutan tropis Amazon akan menggusur puluhan ribu orang. Sejumlah selebritis ikut bergabung dalam kampanye menolak rencana pembangunan bendungan itu, antara lain penyanyi asal Inggris Sting dan Sutradara James Cameron.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau