Pakai "I", PSSI Harus Tunduk Aturan Indonesia

Kompas.com - 26/02/2011, 23:08 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Mallarangeng, menegaskan, tidak ada intervensi pemerintah terkait kisruh dan pemilihan calon Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Tapi, selama PSSI masih menggunakan huruf "I" yang berarti Indonesia maka PSSI harus tunduk terhadap aturan olahraga di Indonesia.

"Pemerintah, KONI, dan KOI tugasnya mengatur, membina dan mengawasi seluruh cabang olahraga. Nah, kalau ada yang tidak sesuai atau offsite, itu perlu diingatkan, tapi dalam konteks yang terbatas agar mengikuti aturan yang ada," kata Andi Mallarangeng di Bandung, Sabtu (26/2/2011).

Ditemui usai memberikan Kuliah Umum di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Menpora menegaskan, apa yang dilakukan pemerintah hanya berupa proses pembinaan dan pengawasan terhadap organisasi olahraga di negara ini.

Ia menyatakan, pemerintah berhak memberi peringatan kepada organisasi olahraga nasional apabila ada ketidaksesuaian dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami juga telah membahasnya dengan KONI bahwa ada ketidaksesuaian dalam mekanisme pemilihan calon Ketua PSSI. Makanya kami mengingatkan," kata Andi.

Peringatan tersebut, kata Menpora, juga sudah pernah dilakukan pemerintah pada berbagai organisasi olahraga lainnya di Indonesia.

Pihaknya menjelaskan, selama PSSI masih menggunakan huruf "I" yang berarti Indonesia maka PSSI harus tunduk terhadap aturan olahraga di Indonesia dan juga aturan dari induk organisasi sepak bola internasional, FIFA.

"Saya tegaskan, selama PSSI masih ada ’I’ yang artinya Indonesia, maka harus tunduk pada aturan yang ada," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau