Narkoba

Yoyok "Padi" Dibekuk, Bawa Sabu 0,5 Gram

Kompas.com - 27/02/2011, 16:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Surendro Prasetyo alias Yoyok, drummer band Padi, ditangkap saat mengonsumsi sabu di Sudirman Park Tower B, lantai 40 ruang BA, Jakarta Selatan, Minggu (27/2/2011).

Demikian disampaikan Kepala Unit 2 Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri Komisaris Besar Siswandi.

Ia mengatakan, selain menangkap Yoyok, polisi juga menyita 0,5 gram sabu dan seperangkat alat isap sabu. "Menurut pengakuannya, dia sudah lima bulan terakhir mengonsumsi sabu," tutur Siswandi.

Yoyok, menurut dia, adalah satu dari 12 artis yang diincar polisi karena diduga mengonsumsi sabu.

Suwandi mengatakan, saat diperiksa, Yoyok mengaku mendapat pasokan sabu dari seseorang yang biasa datang setiap akhir pekan. Akan tetapi, Yoyok tidak tahu identitas si pengedar.

"Para pengedar narkoba biasanya memang menerapkan sistem sel dalam perdagangan sabu sehingga menyulitkan polisi membongkar jaringan sampai ke akarnya," kata Siswandi.

Meski demikian, ia optimistis pihaknya segera mengungkap jaringan pemasok sabu di kalangan artis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau