Wenger: Penantian Saya Makin Panjang

Kompas.com - 28/02/2011, 02:35 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Arsenal, Arsene Wenger, tak bisa menyembunyikan kekecewaan dan kesedihannya, setelah timnya kalah 1-2 dari Birmingham City di final Piala Carling, Minggu (27/2/2011). Sebab, penantiannya untuk mendapatkan trofi setelah lima tahun akan semakin panjang.

Arsenal terakhir meraih trofi Piala FA pada 2005. Sejak itu, Wenger dan pasukannya seperti kesulitan mendapatkan trofi. Piala Carling tahun ini ia harapkan akan menjadi akhir penantian "The Gunners". Tapi, nyatanya Arsenal malah kalah dari Birmingham di final.

"Saya sebenarnya ingin mengakhiri masa penantian trofi hari ini. Kami mendapat apa yang kami harapkan dari Birmingham. Mereka tim yang berjuang keras dan menyebabkan kami dalam masalah dengan bola-bola panjangnya," kata Wenger kepada Soccernet.

"Kedua tim telah memberikan segalanya. Selamat buat Birmingham. Mereka yang akhirnya meraih trofi. Kami kecewa dengan gol yang dicetak (Obafemi) Martins," sesalnya.

Martins memang terlalu mudah mencetak gol. Sementara kiper Arsenal, Wojciech Szczesny, gagal membaca permainan dan kurang sigap menangkap bola.

"Apa yang bisa dikatakan? Kami harus berpikir positif. Dia (Wojciech Szczesny) masih terlalu muda. Dia harus belajar banyak dari gol itu," kata Wenger.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau