Naikkan Tarif KA Ekonomi

Kompas.com - 28/02/2011, 03:43 WIB

Jakarta, Kompas - Pemerintah didorong mengumumkan rencana kenaikan tarif kereta api ekonomi. Kenaikan tarif diyakini dapat meningkatkan dan membantu pembenahan pelayanan kereta ekonomi, yang selalu kekurangan subsidi dari pemerintah.

”Faktanya, Kementerian Keuangan tak mau menambah subsidi kereta ekonomi. Maka, seharusnya Menteri Perhubungan berani, dengan realistis, mengumumkan rencana kenaikan tarif dengan bertahap. Bila tidak, jangan berharap perkeretaapian maju, sebaliknya malah hancur,” kata pengamat perkeretaapian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Taufik Hidayat, Minggu (27/2) di Jakarta.

Menurut dia, Menhub seharusnya percaya diri menetapkan kenaikan tarif karena sudah ada standar pelayanan minimum (SPM), yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 9 Tahun 2011.

”Seburuk apa pun SPM itu, setidaknya sudah ada minimalnya. Nah, tatkala ingin dicapai standar pelayanan macam apa, kan tinggal dikompromikan tarifnya,” kata Taufik.

Anthony Ladjar, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengguna Kereta Api, mengatakan, sangat manusiawi bila penumpang tak ingin ada kenaikan tarif. ”Namun ya sulit memperbaiki pelayanan secara menyeluruh. Biarlah kenaikan tarif itu menjadi hak operator sehingga nanti penumpang juga benar-benar dapat menuntut haknya,” katanya.

Tarif kereta ekonomi memang sangat rendah bila dibandingkan transportasi lain. Tarif KRL ekonomi dari Tangerang ke Duri (Jakarta) hanya Rp 1.000. Tarif kereta dari Jakarta ke Bogor (50 kilometer) juga hanya Rp 2.000. Sementara itu, tarif kereta dari Jakarta menuju Surabaya tak lebih dari Rp 50.000.

Taufik menegaskan, yang kini dibutuhkan adalah rencana dan jadwal kenaikan tarif. Di dalam jadwal itu, kata Taufik, seharusnya disusun harapan dan pekerjaan yang harus dituntaskan dalam jangka pendek.

”Katakanlah, ada target kenaikan tarif dalam tiga bulan. Maka, operator harus memperbaiki layanan sehingga ketika tarif naik, penumpang pun tidak menolaknya,” ujarnya. (ryo)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau