Berlusconi Tularkan AIDS?

Kompas.com - 28/02/2011, 09:53 WIB

ROMA, KOMPAS.com - Para perempuan yang menghadiri pesta-pesta yang diselenggarakan Silvio Berlusconi ketakutan akan tertular AIDS dan penyakit menular seksual lainnya yang berasal dari Perdana Menteri Italia itu, demikian menurut bukti yang dikumpulkan para jaksa di Milan.

Klaim-klaim tersebut, berdasarkan pada pesan-pesan teks yang dikirim di antara para perempuan itu, semakin menambah keraguan tentang tentang integritas Berlusconi yang berkeras bahwa pesta "bunga bunga" di vila-vilanya di Milan dan Sardinia tidak lebih dari acara makan malam ceria yang penuh dengan lelucon dan nyanyi-nyayian. Sebuah pengadilan terkait penipuan pajak oleh Berlusconi akan berlangsung lagi Senin ini dan pada April mendatang, dia menghadapi sidang lanjutan terkait tuduhan berhubungan seks dengan pelacur yang masih di bawah umur yaitu Karima El-Mahroug, yang dikenal sebagai Ruby the Heart Stealer.

Menurut bukti-bukti yang diajukan para jaksa, sebagaimna diberitakan Telegraph.co.uk, Minggu (27/2/2011), sejumlah perempuan tahun lalu bertukar pesan teks. Dalam pesan-pesan itu mereka menyatakan kelegaan setelah tes medis menunjukkan bahwa mereka bersih dari berbagai penyakit menular seksual.

"Apakah kamu sudah melakukannya? Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya seorang perempuan yang tidak diungkap jatidirinya dalam sebuah pesan yang dikirim pada tanggal 8 Januari 2010.

"Semuanya baik. Sel-sel darah putih baik, tidak ada AIDS."

"Apakah kamu memiliki sejumlah keraguan?" tanya perempuan yang pertama.

"Yah..., kamu tahu ketika seseorang pergi ke tempat tidur dengan 80 perempuan, kamu tidak akan pernah tahu," jawab wanita yang kedua.

Dalam pesan teks lainnya dan rekaman telepon, para gadis panggung dan perempuan lain yang menghadiri pesta-pesta Berlusconi itu mengeluh tentang hadiah-hadiah yang mereka terima dan kerusakan pada reputasi mereka karena pesta-pesta tersebut.

"Apakah kamu menyadari bahwa kita akan dicap (buruk) untuk seumur hidup?" kata seorang gadis penari yang belum cukup umur, Iris Berardi, dalam sebuah pesan teks via SMS ke seorang teman perempuan. Berardi juga berbicara tentang jumlah uang yang 'menjijikan' pada pesta-pesta itu.

Model Barbara Guerra mengeluh kepada seorang teman tentang mobil yang dia diterima dari Berlusconi. "Saya marah karena kemarin seorang gadis datang dengan Mini Cooper yang ia (Berlusconi) berikan pada bulan Juli dan dia (Berlusconi) beri saya sebuah mobil Smart pada bulan Juni. Sekarang, saya bersumpah saya akan meminta kepadanya sebuah mobil yang lain."

Dalam penyadapan yang direkam antara Oktober dan Desember tahun lalu, ada juga keluhan tentang stamina Sang Perdana Menteri. "Ketika kami berada di sana, dia bertahan sampai pukul 04.00. Dia tidak tidur jadi ia bisa tetap di sana sepanjang malam dengan berganti-ganti pasangan," kata salah satu tamu pesta.

"Ada gadis-gadis 20 tahun yang dihancurkan, mereka sudah mati, dan saya juga. Juga karena saya jauh lebih tua, dan saya 45 tahun lebih muda dari dia (Berlusconi)."

Dalam bukti yang lain para jaksa juga mengklaim bahwa catatan rekening bank pribadi Perdana Menteri itu di bank di Monte dei Paschi di Siena menunjukkan, sebanyak 12 perempuan dibayar lebih dari 400.000 euro dari 1 Januari 2010 sampai 14 Januari 2011. Menurut catatan bank itu, Alessandra Sorcinelli, seorang gadis panggung berumur 26 tahun, telah dibayar sebesar 115.000 euro.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau