4 Kepribadian dari Pribadi yang Matang

Kompas.com - 28/02/2011, 10:15 WIB

KOMPAS.com - Setiap individu memiliki empat tipe kepribadian dalam dirinya, hanya saja memang ada salah satu yang dominan, dan ada yang masih perlu digali agar lebih seimbang. Setiap orang perlu tahu cara menempatkan diri, kapan waktunya menjadi pribadi yang disiplin, tegas, dan kapan menjadi sosok yang ramah, menyenangkan, atau kapan waktunya menjadi pendengar yang baik atau menikmati waktu untuk dirinya sendiri. Individu yang lengkap dengan empat kepribadian, serta tahu kapan menempatkan diri, tandanya ia pribadi matang.

Presenter yang juga pendiri sekolah public speaking Talk-Inc, Erwin Parengkuan, menuliskan dalam bukunya, Click, bahwa tipe kepribadian terbagi menjadi si kuat, si damai, si gesit, dan si rinci. Dalam talkshow yang diadakan Dove di Atrium Senayan City, Sabtu (26/2/2011) lalu, Erwin menjelaskan secara singkat perbedaan tipe kepribadian ini yang dirumuskannya dari pengamatan dan pengalaman bertemu dengan banyak orang dalam dunia public speaking dan komunikasi.

* Si gesit
Karakternya memiliki mood yang seringkali berubah. Orang dengan tipe kepribadian ini cenderung lebih senang menyampaikan apa yang ada di pikirannya dan tak suka menyimpan masalah atau sesuatu. Soal pekerjaan, orang dengan tipe ini selalu ingin berpindah-pindah karena karakternya yang suka eksplorasi. Namun seringkali, eksplorasinya tak diselesaikan dan kembali berpindah.

Si gesit tak suka menunda, cepat bosan, dan tak tahan dengan pekerjaan yang sifatnya statis. Karena memiliki kepribadian ekstrover, si gesit cenderung ceplas-ceplos saat bicara, lebih sering berbicara daripada berpikir.

"Seringkali ia salah bicara karena tak dipikirkan matang sebelumnya," jelas Erwin, sambil menambahkan bahwa tipe ini cenderung energik, selalu ingin terdepan jika bicara tren, pemaaf, dan cenderung pelupa. "Ia mudah memaafkan karena pada dasarnya ia mudah lupa. Jadi ia takkan ingat jika Anda pernah melakukan kesalahan kecil, misalnya," tambahnya.

* Si rinci
Ia selalu penuh perhitungan, setiap langkah dan keputusan yang akan dibuatkan dipikirkan dengan seksama. Kecenderungannya, ia akan berpikir lebih banyak daripada bertindak karena memiliki kepribadian yang perfeksionis. Si rinci merasa perlu menyusun segalanya dengan baik, benar, teratur, rapi, rinci, dan detail. Karenanya, ia tak pernah melewatkan jadwal yang sudah disusunnya. Ritual pagi hari misalnya, sebut Erwin, tak boleh ada yang terlewati. Berapa lama waktu mandi, merapikan diri, bahkan pakaian apa yang ingin dikenakan sudah diaturnya untuk seminggu misalnya.

"Orang dengan tipe ini selalu harus in order. Saat harus bergerak ia akan berpikir lama, bisa didahului oleh si gesit. Karenanya, setiap kepribadian harus diseimbangkan agar kesempatan tak hilang," jelas Erwin.

* Si kuat
Tipe kepribadian yang kuat tak suka basa-basi, dan cenderung bicara apa adanya. Tipe ini selalu mengejar tujuan apapun yang terjadi. Meski harus melewati berbagai cara, ia akan melakukannya untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini dilakukannya karena si kuat lebih menyintai hasil daripada proses. Beda dengan si gesit yang lebih menyintai proses. Si kuat tak banyak bicara panjang lebar, ia hanya bicara seadanya. "Wajahnya lempeng," kata Erwin, menggambarkan karakter si kuat.

* Si damai
Tipe ini cenderung santai, mengalir apa adanya, tak suka melakukan sesuatu yang di luar kebiasaannya. "Nggak neko-neko," begitu kata Erwin. Namun kecenderungannya, orang tipe ini seringkali dimanfaatkan teman-temannya. Di sisi lain, si damai lebih berjiwa besar dibandingkan tipe kepribadian lainnya. Ia tidak egois dan selalu menjadi pendengar yang baik bagi teman-temannya. "Si damai sering dijadikan teman curhat," jelas Erwin.

Anda bisa menjadi si kuat, si damai, si rinci, atau si gesit sekaligus, atau hanya salah satu atau dua di antaranya. Apapun itu, yang terpenting adalah Anda bisa melengkapi berbagai tipe kepribadian agar seimbang dan lebih matang. Pertanyaannya kemudian adalah apakah Anda mau menjadi pribadi matang? Mau menyeimbangkan kepribadian, dengan memotivasi diri menggali potensi, dan mengembangkan kepribadian positif yang dimiliki atau belum ada dalam diri?

"Mau atau tidak mengembangkan diri, kembali kepada setiap pribadi, setelah ia mampu mengenali tipe kepribadiannya," tandas Erwin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau