Lingkungan hidup

Bank Sampah Dibangun di Padang

Kompas.com - 28/02/2011, 13:23 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Senin (28/2/2011) meresmikan beroperasinya Bank Sampah Barokah As-salam di Perumahan Danau Teduh, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

Lain dibanding bank lainnya yang menyimpan uang, Bank Sampah akan menyimpan dan mengelola sampah dari nasabah, yang adalah rumah tangga setempat. Nasabah harus memilah terlebih dulu jenis sampah kertas, plastik, atau botol. Sampah ini kemudian ditimbang dan dilaporkan jumlahnya kepada teller untuk dicatat dalam rekening.

Nasabah Bank Sampah diberi kartu rekening tabungan yang mencantumkan nilai rupiah. Penabung mendapat 80 persen dari nilai sampah dan Bank Sampah yang diinisiasi oleh LSM Andalas Bumi Lestari mendapatkan 20 persen.

PT Semen Padang menyumbangkan 30 juta dan 100 zak semen untuk pendirian bank ini. Menteri Lingkungan Hidup Gusti Hatta mengatakan program Bank Sampah ini merupakan bagian dari kampanye pemerintah dalam penanganan sampah.

Ia menegaskan filosofi tradisional agar sampah dikumpulkan dan dibuang ke tempat pembungan sampah hanya menimbulkan masalah baru. Lokasi pembuangan akhir menjadi muara yang terbebani oleh kehadiran sampah yang volumenya berton-ton.

Tragedi Longsor di TPS Leuwigajah Jawa Barat pada 21 Februari 2005 yang menimbulkan korban meninggal dunia sedikitnya 200 jiwa, menjadi pelajaran pahit bagi Indonesia yang masih menerapkan "Buang Sampah pada Tempatnya".

Gusti Hatta mengatakan pengelolaan sampah yang benar adalah prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle). "Penggunaan sampah/barang yang tidak berguna dikurangi. Gunakan kembali misalnya plastik. Daur ulang sampah," ujarnya.

Dijelaskan Kementerian Lingkungan Hidup, program Bank Sampah merupakan program inovatif sukses nyata dari penanggulangan sampah di Bantul, DI Yogyakarta. Program Bank Sampah ini diharap dapat diterapkan di seluruh kota di Indonesia. Selain mengurangi beban lingkungan, Bank Sampah akan meningkatkan penghasilan warga dengan memilah sampah rumah tangganya.

Hadir saat pendirian Bank Sampah, Sekda Sumbar Mahmuda Rifai dan Wakil Wali kota Padang Mahyeldi serta warga setempat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau