Calon ketum pssi

Pemuda Maluku Dukung Toisutta

Kompas.com - 28/02/2011, 17:49 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Dukungan bagi George Toisutta agar menjadi Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 muncul dari kampung halaman George di Maluku. Dua kelompok pemuda di Ambon, Maluku berunjuk rasa menyampaikan kekecewaannya atas ditolaknya George menjadi calon Ketua Umum PSSI, di Ambon, Senin (28/2/2011).

Unjuk rasa ini dilakukan oleh puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Peduli PSSI Maluku dan Masyarakat Maluku Pencinta Sepak Bola. Unjuk rasa kedua kelompok pemuda ini dilakukan secara terpisah di depan monumen Gong Perdamaian, Ambon.

Dalam unjuk rasa ini, selain berorasi, mereka membawa serta pula sejumlah poster. Poster itu diantaranya bertuliskan, "George Toisutta Yes, Nurdin No", "Saatnya Revolusi untuk Perubahan di PSSI", dan "Tidak Ada Prestasi, Turunkan Nurdin!".

"Prestasi George di TNI sehingga bisa menjadi Kepala Staf TNI AD kemudian aktivitasnya di sejumlah klub sepak bola di Jawa Barat menunjukkan kalau dia punya potensi untuk bisa jadi Ketua Umum PSSI. Mengapa semua prestasi ini tidak dilihat oleh PSSI?" ujar Imanuel Alinan, salah satu pengunjuk rasa dari Masyarakat Maluku Pencinta Sepak Bola.

Koordinator Aksi Aliansi Peduli PSSI Maluku Syarifudin Rumbory mendesak agar Koni Pusat secepatnya mencopot Nurdin Halid dari jabatan Ketua Umum PSSI. "Perlu ada perubahan untuk membawa PSSI ke arah yang lebih baik. Kami yakin perubahan itu bisa dilakukan oleh George Toisutta," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau