KUTA, KOMPAS.com - Diduga terjadi pencemaran bakteri di sejumlah titik Pantai Kuta, Satgas Pantai mengambil langkah preventif dengan mengeluarkan imbauan larangan berenang kepada wisatawan. Petugas memasangi bendera larangan berenang sedikitnya pada 7 titik wilayah yang tercemar bakteri.
Selain memasang bendera peringatan, Kepala Satgas Pantai Kuta Anak Agung Ngurah Tresna yang akrab disapa Gung Aji juga menyebarkan informasi ini melalui pengeras suara. "Kami menghimbau kepada wisatawan untuk sementara tidak berenang dan melakukan aktivitas di air yang berwarna coklat," kata Gung Aji kepada Kompas.com, Selasa (1/3/2011).
Larangan berenang ini sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan sementara petugas Kementrian Kelautan dan Perikanan yang menyebut bahwa perubahan air berwarna coklat yang disebabkan oleh bakteri berbahaya bagi kesehatan.
"Dapat menyebabkan iritasi kulit dan gangguan pernafasan jika terlalu lama berada di air yang terkontaminasi bakteri," jelas Dr. Putu Eka Sudaryatma, penanggung jawab Laboratorium Balai Karantina Ikan Ngurah Rai. "Kalau berenang di sana maksimal 15 menit tapi untuk lebih amannya sebaiknya dihindari dulu," imbuhnya.
Seperti diberitakan, sejak tiga hari terakhir kondisi air laut di Pantai Kuta berubah warna dari biru menjadi coklat. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang mengakibatkan penurunan pH atau kadar asam yang membuat plankton mati. Saat ini petugas Kementrian Kelautan dan Perikanan tengah melakukan uji laboratorium sampel air yang tercemar bakteri tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang