Ruuk diy

Pemerintah Ingin Hilangkan Keistimewaan

Kompas.com - 01/03/2011, 19:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandangan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X yang dipaparkan di depan anggota Komisi II DPR RI, Selasa (1/3/2011), dinilai kuat. Sembilan tinjauan khusus yang disampaikan Sultan diamini oleh Anggota DPR RI Ganjar Pranowo.

Menurut Ganjar, Sultan telah menegaskan dengan sangat apik bahwa draf RUU Keistimewaan Yogyakarta diusulkan pemerintah tak berpijak pada konteks sejarah Yogyakarta dalam kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah tampak berusaha untuk menghilangkan keistimewaan Yogyakarta melalui draf usulan ini.

Politisi PDI-P ini mencontohkan penolakan Sultan terhadap judul RUU yang mencantumkan kata 'provinsi'. Menurut Ganjar, PDI-P juga sepakat bahwa pemerintah seolah-olah ingin mengarahkan Yogyakarta menjadi sebuah provinsi secara administratif. Pemerintah tampak ingin menggeser nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta.

"Sejarahnya dari dulu ini kan bukan provinsi, disetarakan. Inilah istimewanya. Nah istimewanya super istimewa kalau kita lihat dari historical context-nya. Jadi catatan itu mengingatkan kita semua bahwa RUU usulan pemerintah itu sedikit ahistoris. Karena itu maka cara menempatkan nomenklatur pun akhirnya menyetarakan dan menyamakan dengan yang lain," ungkapnya.

Ganjar sendiri memperkirakan paparan Sultan kali ini akan mempengaruhi pendapat anggota dewan ke depannya. Hanya saja, kembali pada sikap politik partai ke depannya. Sementara itu, Ganjar menegaskan sikap PDI-P tak berubah. Partainya tetap memandang bahwa draf usulan pemerintah ini aneh.

"Aneh. Jabatan gubernur utama juga aneh. Dulu waktu periode lalu, presiden dari usulannya itu kan gubernur dipilih langsung kan, sekarang dipilih oleh DPRD. Kan sebenarnya apa maunya? Apakah ini ada dinamika di pemerintahan atau sebenarnya ada agenda-agenda politik sementara yang tidak cermat melihat situasi politik di Yogya," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau