Robot Antariksa "Pingsan" 20 Menit

Kompas.com - 01/03/2011, 20:30 WIB

KOMPAS.com - Misi spacewalk yang dijalankan oleh astronot pesawat ulang alik Discovery sempat tertunda karena lengan robot yang membantu misi tersebut mati saat digunakan. Selama hampir setengah jam, lengan robotik yang biasa menjadi tumpuan kaki astronot saat melayang di luar angkasa tak bisa digerakkan hingga astronot pun tak bisa berbuat apa-apa.

Robot mati pada 2 jam setelah misi dimulai karena masalah di komputer pengendalinya. Akibatnya, astronot yang mengontrol kinerja robot dari ISS harus buru buru bertindak. Mereka harus melihat panduan, catatan, dan laptop ke pusat komputer yang ada di pusat kontrol lain dalam stasiun luar angkasa itu.

Akibat matinya lengan robot, astronot utama NASA dalam misi ini, Stephen Bowen, sempat terjebak bersama pompa amonia seberat 800 pound yang tengah ditanganinya. Ia sempat berkata, "Aku baik-baik saja asal tak terlalu lama. Kira-kira memakan waktu berapa lama?"

Berdasarkan laporan NASA, robot pingsan akibat stasiun kerja kubah 7 jendela berhenti bekerja. NASA mengatakan, hal itu disebabkan oleh kesalahan pada perangkat lunak dan mengatakan bahwa hal itu telah diperbaiki. Untuk mengatasinya, astronot pengontrol robot memilih untuk memindah kendali robot ke stasiun kerja lainnya daripada menunggu 30 menit untuk melakukan reboot.

Astronot yang mengontrol kerja robot sempat mengatakan bahwa proses membuat robot siuman takkan memakan waktu banyak, namun nyatanya Bowen harus menunggu cukup lama. Setelah 20 menit Bowen menunggu, robot humanoid pertama yang dikirim ke luar angkasa itu baru siuman dan lengannya bisa digerakkan.

Dalam misi spacewalk ini, Bowen dibantu oleh rekannya, Alvin Drew. Misi yang dimulai Senin (28/1/11) malam WIB itu bertujuan untuk memindahkan pompa amonia, memasang kabel ekstensi serta tiang penopang kamera di International Space Station (ISS).

Terlepas dari gangguan akibat matinya lengan robotik tersebut, Bowen dan Drew berhasil menuntaskan seluruh misinya. Drew menjadi spacewalker ke 200 dunia yang menjalankan misi sementara Bowen telah menjalankan beberapa kali misi spacewalk sebelumnya. Spacewalker pertama dunia adalah Alexei Leonov, astronot Rusia yang melakukan spacewalk tahun 1965.

Selama menjalankan misi ini, Drew sempat mengisi sebuah botol dengan "udara" ruang angkasa. Rencananya botol tersebut akan dipajang di Jepang. Misi yang disebut "Message in the Bottle" tersebut merupakan upaya Japan Space Agency untuk menarik perhatian publik akan misi antariksa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau