Kunjungan Wisman ke Sumbar Anjlok

Kompas.com - 01/03/2011, 22:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara pascagempa Padang dan tsunami Mentawai menurun secara drastis. Secara makro, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) minus 16 persen pada tahun 2010 jika dibandingkan tahun 2009. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Barat Prita Wardhani saat ditemui Kompas.com dalam acara jumpa pers Tour de Singkarak di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (28/2/2011).

"Hal pertama yang dilakukan perbaikan kawasan destinasi-destinasi wisata. Kami koordinasi dengan setiap pemerintah kota untuk melakukan recovery," ungkap Prita. Misalnya, kawasan warisan budaya di Pariaman.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar kawasan wisata tidak bermasalah. Hanya, akses menuju ke beberapa destinasi wisata perlu perbaikan. "Seperti kereta api, tidak bisa lewat karena ada longsor dan jembatan perlu diperbaiki," ungkapnya.

Ia menuturkan, pariwisata Sumatera Barat memang tengah dibenahi. Salah satu perkembangannya adalah kemunculan hotel-hotel baru. Selain itu, Sumatera Barat memiliki 12 desa wisata yang menjadi daya tarik wisata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau