Jakarta, Kompas -
Ik adalah kakak Dw yang masih buron. Dal berperan membuat tanda terima uang dari tersangka Jam, sedangkan Ik membantu Dw mengambil uang di tempat Jam. Dari pasangan ini, polisi menyita mobil pikap dan tiga sepeda motor.
Sebelumnya, Senin (21/2) malam, polisi telah menangkap tiga pembobol bilyet deposito senilai Rp 18,7 miliar di Bank Mandiri. Satu tersangka adalah perempuan, Rik (45), dan dua lainnya pria, yaitu Bud (36) dan Jam (46).
Ketiganya ditangkap di rumah masing-masing. Rik ditangkap di Bekasi, Bud ditangkap di Limo, Depok, dan Jam ditangkap di Sukmajaya, Depok.
Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Komisaris Besar Yan Fitri, Rik adalah karyawan
”Setelah dana bilyet deposito dialihkan ke rekening ketiga
Arismunandar menambahkan, Bud bekerja pada Jam, seorang paranormal. ”Rik-lah yang mentransfer dana dari rekening nasabahnya ke rekening Bud sebanyak Rp 18,7 miliar. Selanjutnya, Bud menarik tunai dan menyerahkan uang tersebut kepada Jam,” kata Aris.
Selanjutnya, Jam menyerahkan sebagian dana kepada perempuan berinisal Dw yang kini buron. Kasus ini terjadi April 2009 dan dilaporkan pihak bank awal Februari 2011.
Terhadap kasus ini, Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Sukoriyanto Saputro menjamin kasus ini tak akan merugikan nasabah Bank Mandiri.
Aris mengatakan, selanjutnya, Jam menyerahkan uang ke Dw untuk membeli tanah. ”Yang membeli tanah dengan uang curian itu Jam,” ucap Aris. Dw dibantu Dal dan Ik mencari tanah dan memeriksa kelengkapan surat tanah.
Hingga kemarin, polisi telah menetapkan lima tersangka kasus pembobolan Bank Mandiri. Sepuluh saksi telah diperiksa.
Selain masih memeriksa kasus ini, Satuan Fiskal, Moneter, dan Devisa Ditreskrimsus Polda Metro juga masih memeriksa kasus penipuan jual
Dua dari puluhan investor yang ditipu mengatakan, para korban mau menyerahkan dananya dikelola Fr karena Fr mengatakan dana akan dikelola manajer investasi. Salah seorang korban, Megawarni Utami (28), mengaku rugi Rp 8 miliar.
Saat dihubungi lagi semalam, ia mengingatkan bahwa kasusnya tidak ada hubungan sama sekali dengan kantor tempatnya bekerja di Lautan Dana Sekuritas. (WIN)