Kinerja

Antam Membukukan Laba Bersih Rp 1,66 T

Kompas.com - 02/03/2011, 08:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Aneka Tambang (Persero) mengumumkan laporan keuangan tidak diaudit tahun 2010 sesuai ketentuan ASX Listing Rules. Antam membukukan laba bersih tidak diaudit sebesar Rp 1,663 triliun pada tahun 2010, naik 175 persen jika dibandingkan laba bersih tahun 2009 sebesar Rp 604 miliar. Kenaikan laba bersih Antam terutama disebabkan peningkatan penjualan komoditas feronikel yang memiliki marjin lebih besar serta peningkatan harga komoditas.  

Harga pokok penjualan Antam juga turun seiring dengan penurunan penjualan trading logam mulia yang memiliki marjin kecil setelah manajemen Antam menghentikan kegiatan trading logam mulia pada awal tahun 2010 untuk menurunkan risiko fluktuasi harga. Laporan keuangan konsolidasian Antam untuk tahun 2010 tengah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja (a member firm of Ernst and Young Global) dan diharapkan akan selesai pada pertengahan bulan Maret 2011.  

Direktur Utama Antam Alwin Syah Loebis, dalam siaran pers yang diterima Kompas, Selasa (1/3/2011) di Jakarta, mengatakan, kinerja keuangan Antam tahun 2010 merefleksikan peningkatan signifikan kinerja penjualan komoditas utama feronikel serta peningkatan harga komoditas. Pada tahun 2010, seluruh fasilitas operasi nikel kami berjalan optimal sementara operasi komoditas emas juga meningkat seiring pengoperasian tambang emas baru di Cibaliung.   

"Kami juga berhasil melakukan efisiensi sebesar Rp 225,5 miliar pada tahun 2010 sehingga level biaya tetap terjaga. Pada tahun 2011, kami akan memprioritaskan dimulainya proyek-proyek hilir bernilai tambah seperti proyek Chemical Grade Alumina Tayan, selain tetap memperkuat kinerja fasilitas operasi yang telah ada," kata dia.  

Nilai penjualan tidak diaudit Antam sebesar Rp 8,745 triliun pada tahun 2010 tercatat naik dibandingkan dengan nilai penjualan tahun 2009 yang berjumlah Rp 8,711 triliun. Peningkatan ini disebabkan kenaikan tajam penjualan komoditas feronikel pada tahun 2010 yang berhasil menutupi penurunan volume penjualan dari kegiatan trading logam mulia yang dilakukan untuk menurunkan risiko fluktuasi harga. 

Adapun laba kotor Antam pada tahun 2010 tercatat naik tajam 144 persen dibandingkan tahun 2009 menjadi Rp 2,921 triliun menyusul penurunan harga pokok penjualan 22 persen menjadi Rp 5,824 triliun yang sebagian besar disebabkan penurunan biaya bahan/pembelian logam mulia. Peningkatan laba kotor menyebabkan marjin kotor Antam tercatat  33  persen dibandingkan pada tahun 2009 sebesar 14 persen.  

Laba usaha Antam mencatat kenaikan sebesar 238 persen menjadi Rp 1,988 triliun dibandingkan Rp 588 miliar pada tahun 2009 sehingga marjin usaha Antam juga naik menjadi 23 persen dibandingkan tahun 2009 sebesar 7 persen.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau