Dprd gorontalo

Kader PKS Main Judi, Citra Partai Terusik

Kompas.com - 02/03/2011, 12:32 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com — Citra Partai Keadilan Sejahtera menjadi terganggu akibat kasus judi yang diduga melibatkan kader partai yang sekaligus anggota DPRD Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Dewan Pengurus Pusat PKS tengah mendalami kasus ini sebelum mengambil keputusan. Sementara itu, kepolisian memerlukan izin Gubernur Gorontalo untuk memeriksa anggota DPRD Kota Gorontalo tersebut.

Menurut Ketua Badan Penegak Disiplin Organisasi DPP PKS Aus Hidayat Nur, tim pencari fakta di tubuh PKS tengah mengumpulkan bukti-bukti dugaan keterlibatan DD, inisial kader PKS itu, dalam kasus judi. Hasil yang didapat tim akan dibawa ke DPP PKS di Jakarta untuk dibahas. Selanjutnya, dalam dua atau tiga hari ke depan, DPP PKS akan mengeluarkan sikap terhadap kasus ini.

”Sebenarnya, PKS sudah memberi batas waktu kepada yang bersangkutan (DD) yang berakhir pukul 09.00 hari ini untuk mengakui kebenaran kasus ini atau mengundurkan diri dari partai. Namun, sampai batas terlewati, yang bersangkutan belum memberikan jawaban,” kata Aus, saat mendatangi Markas Kepolisian Resor Kota Gorontalo, Rabu (2/3/2011) di Kota Gorontalo.

Aus menambahkan, atas kejadian ini, citra PKS menjadi terganggu. Seandainya kader tersebut tidak terbukti berjudi, lanjut Aus, berada di tempat judi sebenarnya tidak diperbolehkan bagi kader PKS. Saat ditanya sanksi yang bakal diberikan seandainya DD terbukti main judi, Aus menyebut, jika pemecatan merupakan sanksi terberat.

Kasus ini bermula saat anggota reserse kriminal Polres Kota Gorontalo menggelar operasi penyakit masyarakat. Pada Jumat (25/2/2011) malam, saat polisi menggerebek sebuah rumah, didapati DD dan tiga orang lain sedang bermain judi kartu. Namun, polisi masih belum menahan DD hingga kini.

Baca Juga: Lurah di Jatim Wajib Data Jemaah Ahmadiyah

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau