Hujan Terus, Harga Cabai Merangkak Lagi

Kompas.com - 02/03/2011, 18:12 WIB

JEMBER, KOMPAS.com - Hujan yang mengguyur selama hampir sepekan membuat harga cabai rawit di tingkat petani mulai berangsur-angsur naik lagi, jika sehari sebelumnya harga cabai rawit Rp 6.500 sekarang menjadi Rp 7.500 per-kg. Ini disebabkan karena selama empat hari ini petani menghindari panen saat tanaman di lahan masih basah.

"Siapa berani membeli cabai kalau masih keadaan basah, petani juga tidak akan mau memetik buah yang basah oleh air. Jika dalam keadaan basah dipaksakan dikirim ke Jakarta atau Metro di Lampung, maka sampai di sana busuk," kata Ahmad Baihaqi, pe dagang cabai di Desa Sumberkejayan Kecamatan Mayang, Jember, Rabu (2/3/11).

Ahmad Baihaqi menambahkan, harga cabai yang merosot dua hari lalu disebabkan cabai dari berbagai daerah sudah mulai berdatangan di Jakarta atau Metro. Cabai Wonosobo, Brebes dan luar Jawa yang semula tidak berproduksi sekarang sudah mulai memenuhi pasar.

Saat hujan lebat selama hampir sepekan membuat petani tidak segera memanen cabainya sehingga stok cabai yang akan pasarkan ke Jakarta berkurang. Akibatnya, harga menjadi naik lagi sesuai dengan volume kebutuhannya. Selama di Jakarta dan Metro cabai masih tersedia banyak dan sulit pasarkan, harga cabai di daerah menjadi rendah, kata Baihaqi.

Selama harga cabai masih di atas Rp 5.000, kata Hafid, petani masih bisa menikmati hasil walau sangat tipis. "Saya melihat tanaman cabai begitu luas sehingga sangat khawatir akan terjadi poenurunan harga," kata Hafid.

Apalagi lahan yang dipersiapkan untuk ditanami cabai masih sangat luas. Bahkan ada tetangga sebelah ini yang telah mempersiapkan lahan untuk tanaman hampir 10 hektar, kata Hafid.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau