Peran Soros Sokong "Revolusi Damai"

Kompas.com - 03/03/2011, 07:57 WIB

TIDAK ada satu hal pun yang bersifat spontan atau tanpa campur tangan asing dalam setiap pergolakan dan gerakan revolusi damai (velvet revolution) di suatu negara.

Tidak terkecuali pula yang terjadi di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, seperti Mesir, beberapa waktu belakangan.

Hal itu setidaknya diyakini Kerry Raymond Bolton dan disampaikan dalam sebuah tulisan di Foreign Policy Journal, ”Post-Qaddafi Libya: On the Globalist Road”.

Bolton adalah seorang doktor teologi sekaligus penulis jurnal ilmiah dari Academy of Social and Political Research, Mesir.

Dalam tulisannya, Bolton menyebut, dalam setiap ”revolusi damai spontan” selalu akan ada seorang pria ataupun wanita yang sudah dipersiapkan untuk tampil dan mengambil alih.

Bolton menambahkan, orang-orang itu punya kesamaan latar belakang, sama-sama berpendidikan Barat, dan sejak awal memang sudah ”dipilih” oleh kalangan pemikir dan perencana (think tank) kelompok globalis.

Bolton mencontohkan tokoh revolusi di Ceko yang juga pemrakarsa kelompok perlawanan Piagam 77, Václav Havel.

Kelompok Piagam 77 sendiri diketahui didanai organisasi nirlaba Amerika Serikat, National Endowment for Democracy.

Seusai revolusi damai tahun 1989, Havel diketahui punya jasa sangat besar membawa Ceko masuk NATO. Dia pula yang menyokong ekspansi NATO ke seluruh kawasan Eropa Timur.

Kondisi sama juga terjadi di Myanmar. Kelompok globalis menyokong penuh Aung San Suu Kyi, yang bahkan juga mereka anugerahi dengan hadiah Nobel Perdamaian sebagai bentuk pengakuan negara Barat.

Dari semua kejadian itu, tambah Bolton, tidak ada satu pun yang lepas dari peran seorang hartawan filantropis dunia, George Soros. Soros bergerak dengan menggunakan kekuatan dana dan jaringan kerja lewat lembaga yang dia dirikan, Open Society Institute.

Pengakuan atas peran Soros dinyatakan sendiri oleh Havel, yang mengaku hormat atas peran dan dukungan Soros, termasuk pendanaannya pada perjuangan Havel di Ceko.

Menurut Havel, Soros adalah salah satu dari banyak orang yang tanpa kenal lelah mendukung gerakan masyarakat sipil di kawasan Eropa Tengah dan Timur.

Tanpa kontribusi dan jaringan kerja Soros, Havel mengaku perubahan fundamental politik di Eropa dan Asia tidak akan pernah bisa terjadi secara cepat.

Dalam konteks Myanmar, Soros juga diyakini punya peran besar dalam memengaruhi dunia internasional, termasuk ketika negeri itu ditekan dan dijatuhi sanksi embargo.

Dari kedua fakta itu, Bolton menambahkan, bukan tidak mungkin ”revolusi spontan” di kawasan Timur Tengah juga terjadi dan akan menghasilkan kondisi serupa.

Lebih lanjut sejumlah kalangan meyakini Soros dengan konsep ”Masyarakat Terbuka”-nya juga berperan sangat besar di Mesir, termasuk dengan cara mendanai sejumlah organisasi dan tokoh oposisi di sana, untuk mendongkel rezim Hosni Mubarak.

Salah seorang tokoh oposisi Mesir yang didukung Soros terutama adalah Mohamed ElBaradei, yang juga anggota dewan International Crisis Group (ICG). Soros adalah salah seorang dari delapan anggota komite eksekutif ICG.

ElBaradei didukung untuk kemudian bekerja sama dengan kelompok Ikhwanul Muslimin, Mesir, yang selama ini dipahami memperjuangkan pembentukan kekhalifahan Islam dan anti-Barat. (WORLDNET DAILY/FOREIGN POLICY JOURNAL/DWA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau