Pekan olahraga nasional 2012

Jateng Incar 3 Emas Bulu Tangkis

Kompas.com - 03/03/2011, 18:13 WIB

SEMARANG, Kompas.com - Tim bulu tangkis Jawa Tengah mengincar tiga medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Riau. Demikian yang dikatakan Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jateng, HM Anwari.

Anwari mengatakan, tiga emas tersebut diharapkan dari nomor tunggal putra dan putri perorangan, serta beregu putra. Tunggal putra, katanya, Jateng mengandalkan pebulutangkis pelatnas, Dionysius Hayom Rumbaka yang saat ini menempati peringkat 21 dunia.

"Saya kira saingan berat Hayom datang dari pebulutangkis DKI Jakarta, Tommy Sugiarto," ujar Anwari, Kamis (3/3/11).

Tetapi, lanjutnya, melihat peringkat tentunya finalis India Grand Prix Gold tersebut bisa mengatasi putra juara dunia 1983, Icuk Sugiarto, tersebut.

Tunggal putri, katanya, Jateng juga mengandalkan pebulutangkis pelatnas Maria Febe Kusumastuti. Maria Febe bakal mendapat perlawanan dari pebulutangkis DKI Jakarta, Bellatrix Manuputty.

Pada Superliga di Surabaya beberapa waktu lalu, Bellatrix yang membela klub Jayaraya Jakarta menang atas pebulutangkis Yip Pui Yin yang membela Tangkas Alfamart.

Satu emas lainnya, tambah Anwari, diharapkan dari nomor beregu putra karena selain memiliki tunggal yang kuat, Jateng memiliki ganda putra yang juga kuat yaitu Muhammad Ahsan, Fernando Kurniawan, Afiat Yuris Wirawan/Rendy Sugiarto.

Artinya, secara keseluruhan di sektor putra Jateng punya potensi yang bagus. Pasalnya, ada nama-nama pemain top seperti Hayom, Ahsan, Afiat Yuris Wirawan, dan Rendy Sugiarto.

"Saya kira pesaing utama kami pada PON mendatang datang dari DKI Jakarta, tetapi daerah lain yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur harus tetap diwaspadai karena mereka juga diperkuat pebulutangkis yang ada di pelatnas," katanya.

Pesta olahraga multievent empat tahunan di Riau mendatang memberlakukan pembatasan usia atlet yaitu maksimal 25 tahun. Dengan demikian, pebulutangkis nasional seperti Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Markis Kido, dan Hendra Setiawan tidak bisa turun mewakili daerahnya masing-masing.

Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan tuan rumah Riau sudah memastikan langsung berlaga pada babak utama tanpa melalui babak kualifikasi.

Jawa Tengah menyiapkan 16 pebulutangkis baik putra maupun putri yaitu Hayom, Andreas Adityawarman, Afiat Yuris Wirawan, Ahsan, Fernando Kurniawan, Riyanto Subagja, dan Rendu Sugiarto (putra). Di sektor putri ada Maria Febe, Rosaria Yusfin Pungkasari, Ana Rovita, Debby Susanto, Anisa Wahyuni, Nurbeta Kwanrico, dan Komala Dewi. Mereka didampingi dua pelatih yaitu Sigit Budiarto dan Antonius.

Pada PON XVII/2008 Kalimantan Timur, Jateng hanya kebagian satu medali emas berasal dari nomor beregu putra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau