Pakai Kondisioner Dulu, Baru Sampo

Kompas.com - 04/03/2011, 13:49 WIB

KOMPAS.com - Sebagian dari cara kita merawat tubuh dan wajah diperoleh dari wejangan orangtua, atau saran dari kakak perempuan Anda. Misalnya, cucilah rambut setiap hari. Atau, rapikan rambut setiap enam hingga delapan minggu. Namun, seringkali hal itu diwariskan turun-temurun tanpa Anda ketahui alasannya. Bila Anda tak pernah bertanya, bagaimana Anda tahu bahwa hal itu memang harus dilakukan? Jangan-jangan, hal itu tak berlaku untuk semua orang? Untuk mengetahuinya, simak beberapa contohnya berikut ini.

Mencuci rambut setiap hari
“Biasanya, hanya perempuan dengan rambut normal atau berminyak yang perlu keramas setiap hari untuk mencegah helaian rambut terlalu berminyak atau berat," ungkap Kevin Mancuso, Creative Director Nexxus.

Rambut yang kering dan kasar sebaiknya menunggu hingga beberapa hari sebelum dikeramas, tambahnya. Dengan demikian, Anda bisa membantu menyeimbangkan kembali kelembaban alami kulit kepala, dan menjaga rambut terlihat lebih segar lebih lama.

Menggunakan sampo lebih dulu, baru kondisioner
Cara ini ternyata hanya berlaku untuk perempuan yang rambutnya kering atau kasar. Bila rambut Anda berminyak atau normal sebaiknya menggunakan kondisioner lebih dulu, baru setelah itu sampo. “Cara ini tetap akan melembabkan dan membersihkan rambut, tetapi juga menghilangkan sisa-sisa sampo atau produk penataan rambut yang bisa merusak rambut," kata Mancuso.

Hal ini juga akan melemaskan rambut dan menambah volumenya. Jika sebaliknya (sampo lebih dulu), Anda akan membuat bahan-bahan pelembab pada kondisioner lebih banyak tertinggal di rambut.

Mengaplikasikan foundation ke seluruh wajah
Wajah yang mulus tidak harus dipulas tebal dengan alas bedak. Kecuali Anda memiliki warna kulit yang tidak rata atau bekas jerawat, Anda bisa mengaplikasikan foundation pada area yang butuh disamarkan saja. Misalnya, lingkaran hitam di bawah mata, atau jerawat yang muncul sekali-sekali. Di luar itu, biarkan wajah tetap alami, demikian menurut penata rias Stila Pro, Sarah Lucero. Dengan menggunakan sikat foundation, konsentrasikan pulasan tipis-tipis pada area yang ingin Anda tutupi, dan tutul-tutulkan secara tipis alas bedak pada kulit, sehingga formulanya mencair dan warna kulit jadi sama.

Menggunting kutikula kuku
Menurut ahli dermatologi Heidi Waldorf, MD, yang juga direktur Laser and Cosmetic Dermatology di Mount Sinai Medical Center, New York City, hal ini sama sekali tak boleh dilakukan siapa saja. “Kutikula kan melindungi pangkal kuku (dimana kuku tumbuh) dari paparan bakteri. Kalau sering dipotong, Anda akan menyebabkan kuku menjadi infeksi," katanya.

Jika ada kutikula yang mencuat atau kulit tepi kuku yang kasar, baru Anda boleh melakukannya. Meskipun begitu, gunting kutikula sedikit saja, kata Dr Waldorf. Jika memang kutikula melebar, dorong saja ke belakang dengan peralatan gunting kuku. Kemudian, aplikasikan krim pelembab setiap hari untuk menjaga kutikula tetap lembab.

Trimming rambut setiap enam hingga delapan minggu
Jika rambut Anda sehat, Anda bahkan bisa membiarkannya selama tiga bulan atau lebih tanpa trimming. Menurut Mancuso, hanya perempuan dengan rambut pendek yang butuh merapikan rambut secara berkala untuk mempertahankan gayanya. Atau, mereka yang rambutnya rusak akibat over-bleaching saat pewarnaan, atau pengeritingan. Sering merapikan rambut juga tidak akan membuat rambut Anda tumbuh lebih cepat, karena rambut tumbuh dari akarnya. Tetapi jika rambut Anda bercabang, trimming bisa membantu cabangan itu tidak meluas ke tangkai rambut dan mengakibatkan lebih banyak kerusakan. 

Mengelupas kulit wajah untuk menghilangkan kulit mati
Mendapatkan kulit yang kenyal dan kencang bukan hanya masalah pengelupasan kulit. Hanya perempuan dengan kulit wajah kering, bersisik, atau terpapar matahari, yang perlu menggunakan eksfoliator, demikian menurut Dr Waldorf. “Pergantian sel terjadi secara alami dan dengan sendirinya lebih efektif ketika kulit dalam kondisi  baik," katanya. "Jika tidak, eksfoliasi malah bisa mengiritasi kulit."

Bila kulit Anda kering, lakukan pengelupasan sekali atau dua kali seminggu untuk membantu mengenyahkan kulit mati dan pucat. Pilih pembersih muka yang mengandung butiran eksfoliasi. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau