Tabung gas

Takut Gas Meledak Simpan Tabung di Kebun

Kompas.com - 04/03/2011, 14:44 WIB

JAMBI, KOMPAS.com - Sebagian warga di Desa Nibung Kecamatan Batang Masumai, Merangin, Jambi menyimpan tabung gas ukuran tiga kilogram di kebun dan ladang mereka akibat takut meledak.

"Kami masih khawatir menggunakan gas lantaran takut meledak seperti yang sering diberitakan media," kata Burhan, Jumat (4/3/2011).

Sebagian masyarakat yang menerima gas elpiji banyak yang cemas terhadap pemakaian gas untuk keperluan sehari-hari, meskipun sebelumnya sudah disosialisasikan oleh petugas Pertamina.

Banyak warga masyarakat yang menerima bantuan gas tiga Kg hanya meletakkan di belakang rumah dan ada juga di bawah rumah panggung.

Alasannya sama, takut meledak apalagi sebagian penerima bantuan tersebut rumahnya terbuat dari kayu.

"Memang ada sebagian warga saya yang cemas menggunakan gas elpiji 3 kg ini," kata Kades Kederasan Panjang, Riduan.

Dalam keterangan terpisah, Kadis ESDM melalui Kasi Migas Ahmad Taulan mengatakan, pihak ESDM bekerjasama dengan Pertamina akan terus melakukan penyuluhan baik itu di kantor desa maupun di kantor kecamatan.

Ia meminta masyarakat untuk tidak ragu menggunakan gas 3 Kg tersebut. Apalagi penggunaannya sesuai dengan ketentuan.

"Kami akan terus melakukan penyuluhan bersama Pertamina untuk mencegah hal yang tidak kita inginkan," ungkapnya.

Bagi masyarakat yang terkena musibah akibat dari gas elpiji tiga Kg dan bukan karena yang lain, akan mendapatkan asuransi sesuai ketentuan.

Untuk material maksimal asuransinya Rp 100 juta, korban meninggal Rp 25 juta dan bagi yang luka-luka maksimal Rp 50 juta.

"Seandainya kompor gas elpiji 3 Kg meledak dan menimbulkan kerugian ataupun korban jiwa maka akan mendapatkan asuransi," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau