Nyepi

Umat Hindu di Bali Gelar Tawur Agung

Kompas.com - 04/03/2011, 14:45 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com- Sehari menjelang perayaan Catur Brata Penyepian, umat Hindu di Denpasar, Bali hari ini menggelar ritual Tawur Agung Kesanga di Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Satu dari 4 ritual utama Nyepi selain Melasti, Penyepian, dan Ngembak Geni ini bertujuan untuk menetralisir energi negatif dari butakala atau makhluk simbol keserakahan supaya terjadi harmoni yang memberi kemakmuran, kenyamanan, dan keamanan bagi masyarakat.

Ratusan umat Hindu dari Denpasar dan sekitarnya sejak Jumat (4/3/2011) pagi tadi memadati sudut utara Lapangan Puputan Badung, tempat digelarnya ritual Tawur Agung Kesanga. Tawur Agung  ini tergolong upacara Buta Yadnya atau kurban suci dalam agama Hindu. Persembahan dalam bentuk upakara sebagai ciri Tawur adalah persembahan binatang korban.

"Di Kota Denpasar sebagai pusat Pemerintahan merupakan Tawur Balik Sumpah Agung yang mengorbankan binatang kerbau, sapi, kambing, babi, angsa, dan anjing," ujar Cok Putra Wisnu Wardana, Ketua Forum Tenaga Penyuluh Lapangan Agama (TPLA), Pemerintah Kota Denpasar yang ditemui menjelang pelaksanaan ritual Tawur Agung, di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, siang tadi.

Persembahan yang dihaturkan kepada butakala ini ini berfungsi sebagai penetralisir yang disebut Somia. "Sehingga sifat-sifat negatif butakala akan bisa dinetralisir yang kita harapkan mampu menjadi harmoni yang memberi kemakmuran dan ketentraman," jelas Wisnu Wardana. Bentuk persembahan dalam Tawur Agung disetiap daerah di Bali berbeda-beda sesuai dengan kemampuan mereka.

Dasar dari persembahan hewan berkaki empat ini adalah ayam. Harapannya setelah menjadi persembahan para binatang ini dalam reinkarnasi mendatang dapat menjadi manusia atau Dewa.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau